
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Semarang & sekitarnya |
Budaya Tulis Cetak Manusia UnggulSEMARANG-Pameran Budaya Tulis dari Batu hingga Tanpa Kertas diharapkan dapat mengingatkan generasi muda untuk lebih mengenal jati dirinya. Sebab dengan kebiasaan menulis, akan menjadikan pelajar menjadi semakin unggul dan komparatif. Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Drs Subagyo Brotosedjati MPd dalam pembukaan pameran. Pameran bertemakan Menumbuhkembangkan Peradaban Melalui Budaya Tulis di Museum Ronggowarsito, Selasa (15/10). Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat baik di lingkungan Dinas Pendidikan Jateng, pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Semarang. Dikatakan, budaya tulis masuk ke Indonesia sejak lama, yakni datangnya bangsa India di Asia Tenggara. Tulisan tersebut lebih banyak berupa kesusasteraan berbahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Dengan mengenal huruf itu, bangsa Indonesia mulai memasuki babak baru masa sejarah. Berbentuk Gagasan Kepala Museum Ronggowarsito Drs Agus Dono Karmadi menjelaskan, sebagian tulisan berupa gagasan, di samping konsep dan pandangan hidup. ''Kami ingin agar generasi muda mengenalnya, karena itu warisan budaya kita,'' katanya. Acara tersebut mendapat perhatian besar pelajar SD hingga SLTA se-Kota Semarang.(bgs-71) |