logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 16 Oktober 2002 Internasional  
Line

Irak Siap Berperang

BAGDAD - Presiden Irak Saddam Hussein, yang bertekad menang dalam referendum mengenai perpanjangan masa jabatannya selama tujuh tahun lagi, Senin lalu menegaskan kembali, Irak siap berperang "jika perang dilancarkan".

"Tidak satu pun orang Irak dan tidak seorang pun dalam kepemimpinan Irak menginginkan agresi berlangsung, namun jika perang dilancarkan terhadap kami, kami akan berperang," kata Saddam kepada mantan Presiden Aljazair Ahmed Ben Bella yang sedang berkunjung ke negara tersebut.

Rakyat Irak kemarin memberikan suara dalam referendum mengenai perpanjangan tujuh tahun lagi masa jabatan Saddam, yang berkuasa sejak 1979. Referendum itu dilaksanakan saat AS mengancam akan melancarkan ofensif militer untuk menggulingkan rezimnya dengan alasan pemerintah Irak mengembangkan senjata pemusnah massal.

Saddam dan Ben Bella, tamu tetap Irak, membahas "cara-cara mempertahankan diri dengan segala cara, baik di tingkat rakyat maupun pemerintah, dari rancangan kolonial dan hegemonik AS-Zionis", kata televisi peme-rintah.

Pada 6 Oktober, Saddam bersumpah tidak akan pernah meninggalkan Irak dan mempertahankan kemerdekaan negara tersebut, dan mendesak rakyat Irak melawan serangan AS karena itu merupakan tugas dan "kehormatan" bagi mereka.

Sementara itu di Kairo, Komisaris Hubungan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Chris Patten mengungkapkan harapannya bahwa PBB akan menetapkan sebuah resolusi untuk melucuti senjata Irak yang tidak ditanggapi Saddam dengan kata-kata "bila, tetapi dan mungkin". (ant-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA