logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 16 Oktober 2002 Internasional  
Line

Rakyat AS Terus Menentang Perang

WASHINGTON - Penentangan rakyat AS terhadap invasi ke Irak, terus berlanjut. Satu iklan yang dimuat kemarin atas nama "Para Pemimpin Bisnis bagi Prioritas Bijaksana", yang didukung Ben Cohen dari perusahaan Es Krim Ben and Jerry, memperlihatkan foto Bush, Wapres Dick Cheney, dan Menhan Donald Rumsfeld.

Didukung oleh sejumlah tokoh bisnis di mana Cohen merupakan tokoh paling menonjol, iklan di harian New York Times itu memilih berita utama: "Mereka tengah menjual perang. Kami tidak membelinya."

Iklan tersebut muncul di beberapa halaman setelah sebuah iklan dipasang di koran serupa oleh Florence Fund, organisasi nonprofit yang mengelola TomPaine.com, jurnal Internet liberal.

Iklan itu, yang dimaksudkan untuk menghentikan "desakan perang", menonjolkan gambar besar Usamah bin Ladin yang mirip Paman Sam dan mengatakan: "Saya ingin Anda menginvasi Irak," karena bom-bom AS akan menambah kebencian terhadap rakyat Amerika dan suatu invasi akan mengalihkan Washington dari upayanya memerangi jaringan Al Qaedah pimpinannya. "Jadi, saya mohon - invasilah Irak. Bantulah saya."

Sangat Marah

Cohen mengatakan, para anggota kelompok pimpinannya "sangat marah atas perang tak berperikemanusiaan ini sehingga mereka perlu melakukan sesuatu agar suara mereka didengar".

"Rakyat Amerika jauh lebih khawatir tentang terorisme. Suatu petualangan di Irak merupakan perang yang akan membunuh ribuan penduduk sipil tak berdosa dan merupakan suatu gangguan."

Dia menjelaskan kepada Reuters, ada kebutuhan untuk mengembangkan "momentum publik massal" melawan perang.

Dia menyatakan, ribuan orang menghadiri demonstrasi antiperang di ratusan kampus, namun peliputannya dihilangkan oleh media.

Meski begitu, hanya ada sedikit tanda gerakan antiperang massal yang berkembang di AS karena Bush memperoleh dukungan dari Kongres untuk menggunakan kekuatan militer jika perlu guna melucuti Irak. Bush juga tengah mengupayakan resolusi keras dari PBB untuk mengirim tim inspeksi senjata.

Massa sekitar 150.000 orang berpawai melewati London September lalu untuk memprotes perang terhadap Irak, dan terjadi demo-demo yang melibatkan ribuan orang di Prancis dan Italia.

Sikap antiperang memainkan peran besar dalam terpilihnya kembali Gerhard Schroeder sebagai kanselir Jerman bulan lalu.

Di AS, dukungan bagi aksi militer untuk menggulingkan Presiden Irak Saddam Hussein berkurang dari 68 persen sebulan lalu, demikian menurut jajak pendapat ABC News-Washington Post yang dipublikasikan Jumat lalu. Namun tingkat dukungan masih pada angka solid yaitu 61 persen.

Menurut jajak tersebut, hanya 46 persen dari rakyat Amerika yang mendukung serangan jika sekutu-sekutu AS menentang.

Namun, protes-protes antiperang di AS hanya menarik sejumlah kecil pengunjuk rasa, bahkan di daerah-daerah tempat oposisi mungkin paling kuat.

Pekan lalu di San Francisco, sebanyak 46 orang ditangkap setelah para pengunjuk rasa menutup jalan masuk ke gedung federal tersebut. Sekitar 500 orang ikut andil dalam demonstrasi tersebut.

Gerakan antiperang akan memiliki peluang untuk unjuk diri pada "pawai nasional" yang direncanakan di Washington pada 26 Oktober dan demonstrasi di Gedung Putih pada 18 Januari tahun depan.(rtr-niek-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA