
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Ekonomi |
Proyek PMA Jateng Jalan TerusSEMARANG-Proyek-proyek Penanaman Modal Asing (PMA) yang saat ini berjalan di Jateng tidak terpengaruh dengan adanya teror bom di Bali. Selain itu, rencana investasi dan kerja sama luar negeri juga terus berlanjut. Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Jateng Yeru Salimianto mengungkapkan, hingga kini tidak ada penarikan modal investasi dan penghentian proyek asing. ''Kami sudah menghubungi asosiasi PMA dan mereka menyatakan tetap akan melakukan kegiatannya di Jateng,'' kata dia dalam keterangan pers di kantor Kadin Jateng, kemarin. Yeru menyebutkan, hingga akhir semester pertama tahun ini jumlah investasi baru yang masuk mencapai Rp 1,4 triliun atau meningkat 100 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 763 miliar. Nilai investasi itu sudah mencapai 50% dari target tahun ini, yaitu sebesar Rp 2,8 triliun. Dari jumlah investasi itu, kata dia, sekitar 30% merupakan PMA dengan 12 proyek. Sedangkan total proyek seluruhnya 20 proyek yang menyerap sedikitnya 5.400 tenaga kerja. Yeru menambahkan, saat ini justru makin banyak tawaran investasi yang masuk ke Jateng. Terakhir adalah dari Provinsi Fujian, Cina yang mengajak kerja sama dalam bidang infrastruktur, seperti pembangunan jalan tol. ''Kami akan tawarkan ini ke kabupaten/kota apa yang mereka butuhkan dan kami minta rencana bisnisnya untuk segera diserahkan agar dapat segera direalisasikan,'' kata Yeru. Selain Cina, pihaknya juga telah menyiapkan rencana kerja sama bisnis dengan pemerintah Australia. Rencana itu akan direalisasikan dengan mengoptimalkan potensi di beberapa kabupaten/kota yang ada di provinsi ini. ''Sedikitnya ada 70 rencana kerja sama bisnis dengan pemerintah Australia,'' kata dia. Dia mengatakan, sejauh ini rencana tersebut sudah masuk dalam tahap persiapan. Diperkirakan pada bulan depan garis besar rencana kerja sama itu sudah dapat disampaikan ke perwakilan pemerintah Australia melalui perwakilan Queensland. ''Masing-masing bupati dan wali kota telah ditawari kerja sama itu dan dianjurkan membuat rencana bisnis sesuai dengan potensi daerahnya.'' Menurut Yeru, niat BPM untuk memperbanyak kerja sama dengan sejumlah negara adalah salah satu cara menggerakkan perekonomian masyarakat menuju pemulihan. ''Salah satu prioritas BPM untuk meningkatkan investasi Jateng adalah melalui kerja sama antarpelaku bisnis. Termasuk memanfaatkan potensi di sejumlah wilayah kabupaten/kota,'' ujarnya. Ketua Kadin Jateng Soendoro mengharapkan pengusaha Jateng untuk tidak panik, sambil menunggu langkah strategis pemerintah yang kini sedang dipersiapkan oleh Perindag dan Kadin. (G2-69) |