
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Ekonomi |
Harga Gabah Makin Tinggi, Dolog Hentikan PengadaanSEMARANG-Dalam seminggu ini Dolog Jateng menghentikan pengadaan gabah kering giling (GKG) di beberapa wilayah, yaitu Subdolog Surakarta, Kedu dan Pekalongan. Sebab, harga dasar GKG di pasaran melebihi harga plafon pembelian Bulog, yakni berkisar Rp 1.600-Rp 1.700/kg. Selain itu, hasil panenan padi di daerah mulai habis. ''Sejak seminggu ini pengadaan gabah di daerah berhenti. Namun, ada juga yang masih jalan, hanya jumlahnya sedikit, yakni berkisar 20-70 ton per hari,'' kata Kepala Humas Dolog Jateng Djoko Triseptanto SH MM kepada Suara Merdeka, kemarin. Realisasi pengadaan GKG Dolog Jateng hingga 14 Oktober 2002 mencapai 737.166,75 ton. Angka itu jauh lebih besar dibandingkan dengan prognosa alternatif II Dolog, yakni 665.000 ton (110,852%). Tetapi tidak mencapai prognosa yang diperkirakan, yaitu 800.000 ton (92,145%). Realisasi pengadaan GKG itu terbagi atas Subdolog Wilayah I Semarang 117.125 ton, Pati (107.182,40 ton), Solo (144.578 ton), Banyumas (130.713,28 ton), Kedu (104.349,07 ton), dan Pekalongan (133,219 ton). Saat ini banyak petani dan pedagang di daerah cenderung menjual gabahnya di luar Dolog. Apalagi harga GKG di pasaran lebih menarik. Sebagai perbandingan, harga dasar gabah kering simpan (GKS) yang dipatok Dolog cuma Rp 1.285/kg, sedangkan di pasaran mencapai Rp 1.350-Rp 1.450/kg. Adapun harga dasar gabah kering panen (GKP) Rp 1.095/ kg, di luar bisa Rp 1.200-Rp 1.300/kg. Djoko menambahkan, dari realisasi pengadaan 737.166,75 ton GKG, Dolog sudah menggiling 626.614,98 ton. Jumlah itu setara dengan 394,76 ton beras, sehingga masih ada sisa 110.551,77 ton gabah. Dolog Jateng untuk sementara ini memiliki stok beras 241.432,28 ton. Beras tersebut tersimpan di gudang-gudang subdolog, antara lain Subdolog Semarang (31.164,75 ton), Pati (33.198,54 ton), Solo (50.202,38 ton), Banyumas (48.275,28 ton), Kedu (41.042,12 ton), dan Tegal (37.549,24 ton). Stok beras tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 5,5 bulan ke depan (hingga Maret 2003). Tiap bulan Dolog harus menyalurkan 45.000 ton beras, antara lain untuk keluarga miskin (raskin) 41.500 ton/bulan, TNI/Polri (2.284,69 ton/bulan), dan PNS (863,39 ton/bulan). (F2-69k) |