
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Ekonomi |
Beberapa Buyer PPE Batal DatangJAKARTA-Dalam situasi yang kurang menguntungkan setelah aksi teroris di Bali, pemerintah tetap akan menggelar Pameran Produksi Ekspor (PPE) 2002 di Pekan Raya Jakarta dan penyelenggara optimistis buyers (pembeli asing) akan tetap datang, meskipun diakui ada yang tiba-tiba membatalkan. ''Target kami ada 5.000 buyer dari 70 negara bisa hadir. Namun, yang memastikan datang 1.500 buyer. Dari jumlah itu beberapa orang membatalkan setelah peristiwa Bali. Tetapi hal itu tidak masalah, karena banyak pembeli asing, terutama Eropa yang biasanya datang mendadak,'' kata Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Diah Maulida di Jakarta, Selasa. PEE rencananya akan berlangsung dari 16 hingga 20 Oktober 2002. Menurut Diah, sebagaimana tahun lalu pembeli yang akan datang ada yang individu, misi dagang dan pembeli kelompok. Jika ditambah pengujung dalam negeri, jumlahnya akan mencapai ratusan ribu orang. Perkumpulan dagang yang memastikan akan datang antara lain dari Singapura, Jepang, Srilanka, Pakistan, dan India. Dari kawasan Afrika dan Timur Tengah, Mesir, Yordania, UEA/Sharjah, Sudan, Namibia, dan Kongo. Mereka siap membeli berbagai produk mebel, krajinan tangan dan berbagai produk lainnya. Lebih Banyak Peserta PPE kali ini mencapai 1.000 pengusaha, lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu, sedangkan areal yang digunakan mencapai 32.000 m2. Mereka bisa pula mengikuti forum ekspor yang akan digelar 17-19 Oktober. Kemudian peluncuran Indonesia Trade Map, yaitu pemanfaatan fasilitas interaktif trade mart yang tersedia pada market analyse service ITC melalui akses on-line. Menurut Kepala BPEN, PPE tahun ini untuk pertama kalinya dikuti peserta dari luar negeri seperti Hong Kong, Tunisia, Brasil, dan Cile. ''Ini sebagai upaya untuk membangun semangat kompetisi. Selain membuka kemungkinan kerja sama antarpengusaha,'' kata Diah seraya menambahkan, total transaksi selama PPE diharapkan mencapai 75 juta dolar AS. Diah menilai, angka itu cukup konservatif dan sudah memperhitngkan kondisi terkini Indonesia. Sebab, setelah aksi teror di Bali langsung akan mengoreksi semua target yang sudah dicanangkan pemerintah. Misalnya target ekspor nonmigas tahun ini diperkirakan minimal akan terkoreksi dua persen dari target. Adapun produk yang dicari pembeli asing di antaranya gift item, apparel, wool, felt manufacture, automobil part, stainery, food stuffs, canned, foods, fruits, furniture & rottan goods, fozen and canned fish, textile, bamboo/teakfurniture, handicraft, fooring, furniture steel, batik, machinery, bird fertilizer and houseware. Pembeli Eropa banyak memburu coconut oil, cocoa, oil powder dan cocoa butter, produk-produk kertas termasuk paper dan karton pembungkus, produk pertambangan, food stuff, oil dan gas, automotive, metallurgical product, raw material steel, dan lain-lain.(wa-69k) |