
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Ekonomi |
Bincang BisnisBangun Citra Butuh KonsistensiMOTOR cina yang membanjir di Indonesia berdampak pada kompetisi produsen motor yang tinggi. Akibatnya, pangsa pasar makin merata. Tak ada lagi yang benar-benar merajai pasar meski motor buatan Jepang tetap menempati posisi teratas. Barikut wawancara Suara Merdeka dengan Lukas Jayadi, Direktur PT Dayang Motor Indonesia, salah satu produsen motor cina. Bagaimana awal kemunculan perusahaan perakitan motor cina di Indonesia? Sejak lama para pengusaha kita ingin membuka perakitan motor di luar produk Jepang, tapi kondisi politik belum memungkinkan. Ketika reformasi bergulir tahun 1998 momentum itu digunakan para pengusaha untuk mewujudkan niatnya. Muncul industri perakitan motor cina. Diperkirakan jumlahnya sekarang ribuan. Bagaimana prospeknya? Prospek motor cina cukup bagus mengingat populasi penduduk Indonesia tinggi, yakni 200 juta jiwa lebih. Lagi pula industri perakitan motor tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi sebagian diekspor. Apa alasannya? Pada era sekarang mobilitas manusia cukup tinggi. Tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di desa-desa. Untuk itu dibutuhkan sarana penunjang. Salah satunya adalah motor yang dipilih untuk medan tidak memungkinkan dilalui mobil, atau memang keuangan terbatas. Bukakankah citra motor jepang sudah terpateri di masyarakat dibandingkan dengan motor cina? Itu wajar karena motor jepang sudah lebih dari tiga dekade merajai pasar kendaraan bermotor di Indonesia. Sementara itu motor cina paling banter baru lima tahun. Apa kelebihan motor cina dibandingkan dengan motor jepang? Selain harganya terjangkau, mutu motor cina jiga tidak jauh dari motor jepang. Memang ada produsen yang hanya asal buat dan menjual murah. Tapi kalau cara itu dilakukan, dia akan terkena seleksi alam, yakni dijauhi konsumen. Berapa lama membangun citra motor cina sehingga sejajar dengan motor jepang? Untuk membangun citra memang dibutuhkan waktu lama. Tidak cukup satu atau dua tahun. Apalagi pesaing juga mewaspadai keadaan tersebut. Tapi saya optimistis hal itu akan tercapai, asal produsen motor cina benar-benar konsisten, terutama meningkatkan mutu, tidak asal buat dan asal jual. Bagaimana prospek motor cina merek Dayang? Sebenarnya Dayang adalah motor cina yang mendapat lisensi dari Honda Jepang. Jadi mutunya tidak diragukan lagi. Lagi pula produsen Dayang menyediakan suku cadang dan melayani purnajual. Melihat kekuatan itu saya yakin Dayang bisa menjadi pemain baru. (Langgeng Widodo-53) |