
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Ekonomi |
Mandiri Siap Talangi Modal Ekspor-ImporSOLO-Kepala Kanwil VII Bank Mandiri Prianto Tirtoprodjo mengingatkan, tahun depan pemerintah akan mulai melaksanakan kebijakan pelepasan jaminan terhadap bank-bank di Indonesia. Dengan kebijakan itu, bank-bank yang selama ini memberikan rate tinggi, suatu saat nanti bila kurang berhasil tidak dijamin lagi. Namun kepada para nasabah Bank Mandiri, ia berpesan agar tidak usah khawatir, sebab bank yang dipimpinnya masih akan memperoleh jaminan dari pemerintah. "Jangan khawatir. Bank Mandiri itu 100 persen masih milik pemerintah, sehingga akan mendapat jaminan dari pemerintah," ujarnya dalam acara temu bisnis dengan para pengusaha di Solo, kemarin. Dikatakan, dari hasil merger empat bank, aset Bank Mandiri menjadi besar. "Sekarang ini aset BCA dan BNI digabung, masih kalah besar dengan aset Bank Mandiri,"tegasnya sembari menambahkan, sekarang tingkat kecukupan modal (CAR) Bank Mandiri mencapai 24 % dengan keuntungan hingga Juni 2002 sebesar Rp 2 triliun. Ia menambahkan, dengan perbaikan teknologi, banknya juga telah mempersiapkan diri untuk memasuki era SMS banking. Dengan fasilitas itu nasabah dapat dengan cepat mengetahui posisi saldonya. Sementara itu Bill Procecing Manager Djohan Harahap menjelaskan, bagi para pengusaha yang kesulitan dalam pembiayaan ekspor-impor, banknya menyediakan dana. "Sepanjang telah memperoleh L/C dari luar negeri, bisa ditalangi. Bank Mandiri bersedia membiayai,"katanya. (bt-69) |