
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Jawa Tengah |
Pakai Nama Soekarno Untuk Ancam LegislatifBREBES - Ketua PAC PDI-P Kecamatan Brebes BE Prabowo mengingatkan berbagai pihak yang menggunakan nama Soekarno dapat menempatkan nama proklamator itu sebaik-baiknya. Dia prihatin karena ada kader PDI-P menggunakan ajaran Soekarno (soekarnoisme) untuk menggalang massa guna menyukseskan pencalonan seseorang dalam pemilihan kepala daerah. ''Saya prihatin Forkab (Forum Arus Bawah) PDI-P menggunakan nama Barisan Pemuda Soekarnois untuk mengancam anggota legislatif,'' kata BE Prabowo, kemarin. Soekarnoisme adalah paham tentang ajaran Soekarno. Dalam ajaran itu sama sekali tidak dijumpai ancaman sebagaimana dibeberkan Ketua Barisan Pemuda Soekarnois Drs Agus Khaerul Anwar MSi. ''Ajaran yang kita tahu adalah pada sila keempat Pancasila, yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan perwakilan,'' Prabowo menuturkan ketika pemilihan kepala daerah dianggap tak bisa diselesaikan, tentu masih banyak cara untuk musyawarah. Bukan dengan seenak hati memakai nama ajaran pendiri bangsa ini untuk mendukung calon bupati. Dia mempersilakan Agus menggunakan nama lain, selain soekarnois dalam konteks mendukung pasangan terpilih Dr (HC) Indra Kusuma BcKn dan A Achmad Faris Sulchaq SH SpN. ''Saya ingatkan, jangan salah kaprah bener ora lumrah menggunakan nama Bung Karno,'' kata dia. Banyak Dipertentangkan Dia mengemukakan ada satu partai politik pada zaman Orde Lama menggunakan ajaran Soekarno. Namun hal itu banyak dipertentangkan, karena berhaluan partai itu kiri. Dia khawatir jika nama itu dipakai lagi muncul persoalan baru. Karena itu dia meminta Barisan Pemuda Soekarnois mengganti nama dalam konteks suksesi salah satu pasangan bupati. Dia setuju pemilihan kepala daerah yang tak kunjung selesai dikembalikan ke wakil rakyat di DPRD. Sebab, para wakil rakyat sekarang tengah penyelesaikan persoalan persoalan ini tanpa pertumpahan darah. Siapa pun pasangan bupati dan wakil bupati yang akan dilantik, dia sebagai pucuk pimpinan PDI-P Kecamatan Brebes tak mempersoalkan. Yang penting mereka mampu membawa kabupaten di perbatasan Jateng-Jabar ini ke arah kemajuan. Lebih baik lagi jika mereka mampu melebihi almarhum H Moch Tadjoedin Nuraly. Dia menuturkan rapat kerja anak cabang Minggu 13 Oktober juga menghasilkan keputusan politik yang tak menghendaki tindakan anarkis dan aksi sepihak. Bila ada persoalan harus mengedepankan musyawarah, pendekatan kekeluargaan, sehingga masyarakat menilai PDI-P dapat menjadi anutan rakyat kecil. Bukan sebaliknya, rakyat kecil dimanfaatkan oleh kepentingan kelompok atau perorangan yang akan mengurangi simpati masyarakat. (wh-20g) |