
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Jawa Tengah |
Laporan Jumbara PMR JatengAdakan Jumbara Sekaligus Promosi WisataSEJAK dua hari terakhir, suasana di dua desa masing-masing Desa Penuja dan Karanganyar Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal berubah total. Kedua desa yang berada di sekitar lokasi objek wisata Cacaban dipenuhi warna putih bergaris merah. Berbagai spanduk ucapan selamat datang peserta Jumbara PMR Jateng terpasang di pintu masuk dan depan rumah-rumah penduduk. Jalan masuk yang sebelumnya rusak parah, diperbaiki sedemikian rupa dalam waktu yang relatif singkat. Di sisi lain, peserta Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) yang berjumlah mencapai 1.700 orang dan datang dari berbagai daerah sibuk menata ruang pameran. Terang saja, kegiatan jumbara ini nampaknya tidak disia-siakan oleh berbagai pihak. Tak terkecuali warga sekitar. ''Jalan menjadi halus dan penduduk setempat juga bisa membuka warung makanan dan minuman. Lumayan untuk tambah-tambah penghasilan,'' ujar penjual makanan Yayuk (35) warga setempat. Bagi Yayuk, apa pun kegiatan yang digelar di Cacaban, dia tidak ambil pusing. Entah itu kemah atau perayaan lain. ''Asalkan aman dan suasana ramai,'' ujar dia seraya melayani pembeli. Mengenai materi kegiatan itu sendiri, dia juga tidak tahu menahu. Apalagi tentang bahaya narkoba. ''Tentu saja, yang bisa membeli barang-barang begituan orang yang berduit atau anak orang kaya. Kalau seperti saya ini lihat barangnya seperti apa, belum pernah,'' ujar dia polos. Keluguan jawaban Yayuk dan pengakuan warga lainnya itu memang bisa dimaklumi. Betapa tidak, meski sebagai objek wisata, namun Waduk Cacaban perkembangannya belum begitu pesat. Di sana belum ada tempat penginapan atau villa. Sarana rekreasi masih benar-benar alami belum tersentuh investor mana pun. ''Itu lain ceritanya, jika waduk itu sudah dikembangkan. Misalnya, ada investor yang berminat mengadakan perahu lomban atau sarana hiburan lainnya. Tentu saja akan menarik pengunjung,'' kata Kabag Humas Pemkab Drs Widodo SH. Mandiri Persoalan lokasi yang minim itu ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara Jumbara. Ketua PMI Kabupaten Tegal Drs Sunyoto mengakui Waduk Cacaban dijadikan alternatif tempat kegiatan diharapkan peserta yang berasal dari berbagai daerah itu mengenal objek wisata cacaban. ''Selain itu, masyarakat sekitar cukup mendukung. Artinya, misi Jumbara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,'' jelas dia yang juga Kepala Kantor Kesbanglinmas ini. Mengenai masyarakat yang kurang mengerti kegiatan tersebut, dia menuturkan kegiatan Jumbara memang tidak hanya dikhususkan mengenai persoalan medis. Misi kemanusiaan yang perlu diutamakan. Dia mencontohkan, dalam Jumbara peserta dituntut atau bahkan dilombakan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat pentingnya kesehatan. Selain itu, juga diharapkan masyarakat setempat bisa menambah wawasan mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK). ''Justru penyuluhan ini dilombakan. Ada tim penilai untuk peserta yang memberikan penyuluhan,'' kata dia. Selain itu, dalam Jumbara juga mendidik peserta untuk mandiri dalam kesederhanaan. Hal ini bisa terlihat dari rumah yang ditempati tidak harus baik memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Dari pantauan Suara Merdeka, untuk menghemat air, peserta harus pandai-pandai memanfaatkan air yang disuplai PDAM yang cukup terbatas. Jumbara memang hampir mirip dengan kemah dalam kepramukaan. Mendidik peserta untuk mandiri dalam kesederhanaan. (Dwi Ariadi-20) |