
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Jawa Tengah |
Petugas Waspadai Pengerahan Massa
CILACAP- Kapolres Cilacap, AKBP Drs Arif Wachjunadi menyatakan, sampai kemarin belum ada indikasi politik uang menjelang digelarnya Pilkada hari Kamis besok. ''Sampai saat ini, saya tidak menemukan indikasi adanya money politics. Saya optimistis, dengan pola pengamanan yang kami susun semua anggota Dewan terbebas serangan fajar, '' katanya kepada SM usai gelar Pengamanan Pilkada kemarin. Kapolres menginstruksikan kepada semua petugas untuk mewaspadai kemungkinan pengerahan massa. ''Fokus kita mencegah terjadinya pengerahan massa. Kepada para calon sebaiknya jangan membawa atau mengerahkan massa,'' katanya. Masyarakat juga diminta tidak berbondong-bondong ke DPRD. Serahkan sepenuhnya mekanisme pemilihan kepada Dewan. Hal itu demi terciptanya Pilkada yang aman, lancar, dan tertib. Menurut Kapolres, jumlah pasukan yang mengikuti gelar pengamanan sebanyak 1.105 personel. Tetapi jumlah keseluruhan pasukan yang akan dikerahkan pada hari H mencapai 1.500 personel. ''Saya juga mengerahkan sejumlah kendaraan taktis, termasuk satu unit kendaraan water cannon. Bahkan saya juga mendatangkan satu unit Tim Jihandak Brimob Polda Jateng,'' ujarnya. Dikarantina Sebanyak 45 anggota DPRD Cilacap Rabu ini mulai pukul 14.00 dikarantina di Hotel Nusantara Jl Dr Soetomo, Cilacap. Selama berada di hotel mereka tidak diperbolehkan membawa HP. Semua kamar dan lingkungan di sekitar hotel akan disterilkan aparat keamanan. Setelah steril, hotel dijaga ketat satu peleton pasukan Brimob dari Polda Jateng. Tiga pasang calon bupati dan wakil masing-masing pasangan H Probo Yulastoro SSos MM dan H Thohirin Bahri BA, Drs H Soetoro Ronoseputro MM dan Bambang Sri Wahono SH SpN, serta Kolonel (Purn) Ir H Daeng Mubtadi MM dan Ir M Sonhaji Imron akan dikarantina di Wisma Darussalam Jl Jenderal Soedirman. Wisma ini dijaga pasukan Brimob. Ketiga pasang calon masuk karantina mulai pukul 14.00. Mereka juga tidak diperbolehkan membawa HP. Selama di lokasi karantina, anggota Dewan maupun calon tidak diizinkan menerima tamu. ''Apabila ada calon atau anggota Dewan yang kedapatan membawa HP, akan diminta petugas untuk diamankan. Setelah selesai pemilihan, HP akan dikembalikan,'' kata kapolres. Dikatakan, pola pengamanan Pilkada sudah ditentukan Polres setempat. Gedung DPRD merupakan daerah Ring I. Gedung ini dijaga aparat keamanan dan unsur Pemkab. Pengamanan kantor parpol diserahkan kepada Satgas Parpol masing-masing. Sekretaris Panitia Pilkada, H Mochamad Muslich SSos MM mengatakan, acara Rapat Paripurna Istimewa DPRD dengan acara tunggal pemilihan Bupati dan Wakil Bupati akan dilaksanakan, Kamis pukul 09.00. ''Persiapan panitia sudah matang. Semua anggota Dewan sudah melakukan gladi bersih dan aparat keamanan sudah melakukan gelar pasukan. Sejak Rabu pukul 14.00, Gedung DPRD disterilkan. Sampai Kamis, semua ruangan dalam keadaan terkunci,'' katanya.(ag-47) |