
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Jawa Tengah |
Banyak Tamu Batal Berkunjung ke Jawa Tengah dan YogyakartaYOGYAKARTA- Setelah peristiwa peledakan bom di Legian, Kuta, Bali beberapa hotel di Yogyakarta banyak menerima pembatalan dari para wisatawan mancanegara. Akan tetapi, tragedi itu diharapkan tidak mengganggu pariwisata di Indonesia, khususnya Jateng dan Yogya. Sebab, sejak Minggu hingga kemarin banyak pembatalan kunjungan tamu atau wisatawan mancanegara dari berbagai negara baik Eropa, Australia maupun Asia termasuk Jepang dan Korea. ''Terus terang sejak tragedi itu kami waswas menunggu pembatalan yang sama sekali tidak pernah kami harapkan,'' ungkap General Manager Hyatt Regency Yogyakarta Guntur Tampubolon didampingi Director of Sales Edwardo Iswandi kepada wartawan di Yogyakarta, kemarin. Sejak tragedi itu secara tidak langsung membawa dampak tidak baik bagi pariwisata di Indonesia, khususnya Jateng dan Yogya. Hal itu lantaran banyak tamu asing di wilayah itu merupakan sambungan dari Bali dan tidak sedikit travel agent di Yogya merupakan cabang dari Bali. Akibat peristiwa itu, sejak Minggu hingga Selasa kemarin terus berdatangan faksimile yang intinya membatalkan kunjungan hingga waktu yang belum bisa ditentukan. ''Padahal, jadwal kita selama Oktober ini relatif bagus baik tamu rombongan maupun perorangan,'' ujar Edwardo. Marketing Manager Hotel Santika Darmawan Pandoyo menjelaskan, Senin (14/10) pagi sebenarnya pihaknya mempunyai 30 tamu dari Australia. Namun saat itu rencana kunjungan mereka ke Bali dan Yogyakarta serta sekitarnya dibatalkan. ''Padahal waktu itu kami siap menjemput, sebab mereka sudah memberi uang muka. Tetapi saat kami mau berangkat menjemput, tiba-tiba ada faksimile pembatalan.'' Terganggu Yang jelas sejak tragedi peledakan bom di Bali, pariwisata di Indonesia terganggu. Untuk memulihkan kondisi seperti semula, dibutuhkan waktu relatif lama dan kerja keras. Tanpa ada pengertian dan kerja keras, baik dari insan pariwisata maupun pemerintah rasanya sulit mengembalikan Bali yang aman dan nyaman. Guntur Tampubolon berpendapat, pemulihan sektor pariwisata membutuhkan waktu relatif panjang minimal dua tahun dengan catatan tidak ada rentetan lain. Bila masih berlanjut, rasanya sulit mengembalikan Bali kembali seperti sedia kala. Menyinggung masalah pembatalan tamu, Guntur menjelaskan, memang ada beberapa wisatawan mancanegara yang membatalkan berkunjung ke Yogya.(sgt-74j) |