
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Jawa Tengah |
Turis ke Candi Borobudur StabilBOROBUDUR- Peledakan bom di Jalan Legian, Kuta, Bali, yang menewaskan sedikitnya 182 orang terutama warga negara asing Sabtu malam lalu, ternyata belum berdampak terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur maupun yang bermalam di Hotel Puri Asri, Magelang. Sekretaris Unit Taman Wisata Candi Borobudur, Robikoh yang dihubungi kemarin mengatakan, jumlah kunjungan turis asing sampai Selasa (15/10) tetap stabil. ''Hari Minggu (13/10) kunjungan wisatawan asing mencapai 439 orang. Hari berikutnya (14/10) tercatat 432 orang, 285 orang di antaranya datang ke sini melalui travel biro,'' ujarnya. Dia menjelaskan, sejak 1 Oktober hingga Selasa kemarin rata-rata kunjungan turis asing sekitar 400 orang. Mereka berasal dari Amerika Serikat, Eropa, Australia dan negara-negara asia. ''Mudah-mudahan saja peristiwa peledakan bom di Bali tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur,'' tandasnya. Robikoh membenarkan, sejak peristiwa Bali pengamanan terhadap pengunjung maupun bangunan purbakala peninggalan Dinasti Syailendra lebih diperketat. Setiap hari ada penambahan personel dari Polres Magelang. ''Kami juga menambah tenaga pengamanan khususnya pada malam hari.'' Meski begitu, Candi Borobudur tetap dibuka untuk pengunjung hingga pukul 18.00. Wisatawan baik domestik maupun mancanegara masih bisa menikmati matahari terbenam dari puncak candi. Pengelola Taman Wisata Candi Borobudur juga tetap membolehkan wisatawan menyaksikan terbitnya matahari, namun sebelumnya mereka harus memberitahu lebih dulu, khususnya menyangkut identitas pengunjung. Sementara itu, animo wisatawan asing ke Candi Borobudur, hingga kemarin tak berkurang. Fakta itu diungkapkan petugas penjual karcis tanda masuk khusus wisatawan asing. ''Saya jaga tiap hari. Tetapi sejak Minggu sampai hari ini (15/10), tidak berkurang. Biasa-biasa saja. Jika menghendaki data, kami harus membuka rekapan lebih dulu,'' kata pria penjual tiket masuk khusus wisatawan asing. Beberapa sopir biro perjalanan Yogyakarta yang ditemui di pelataran parkir Candi Borobudur mengatakan, wisatawan asing tidak semua menginap di Kuta, tempat lokasi ledakan bom, dan tak semua ketakutan akibat peristiwa itu. Pembatalan General Manager Hotel Puri Asri, Firman Hidayat menjelaskan, sampai Selasa kemarin belum ada pembatalan wisatawan mancanegara yang akan menginap di hotelnya. Bahkan ada rombongan wisatawan asing yang seharusnya berlibur ke Bali, setelah peristiwa peledakan bom malahan pindah ke Magelang. Mereka menginap di Hotel Puri Asri minimal tiga hari. Selain itu, sampai Selasa kemarin masih sembilan kamar dihuni orang asing yang berasal dari Jerman, Australia, Malaysia dan lainnya. Mereka datang ke Magelang dalam kaitan bisnis dan tinggal selama seminggu. Juga grup turis dari Belanda yang akan datang minggu depan. Setiap bulan Hotel Puri Asri dikunjungi wisatawan dari Belanda yang datang melalui travel biro.(P60,pr-74) |