
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Jawa Tengah |
Kasus Bali Terjadi akibat Ketidakadilan Masyarakat GlobalPURWOREJO- Wakil Ketua Komisi A DPRD Jateng, HM Daromi Irdjas SH menilai, pengebomam di Bali akibat ketidakadilan masyarakat global. Seperti diketahui, saat ini aksi teror di mana-mana dan adanya negara besar yang melakukan penekanan terhadap negara lain. Akibatnya, negara yang merasa tertekan akan melakukan perlawanan balasan. Kalau dengan cara halus tidak berhasil, maka dilakukanlah cara-cara keras seperti tindakan peledakan bom. Dia tidak menyebut ulah siapa sebenarnya pengebomam di Bali yang menewaskan hampir 200 orang itu. Namun, Indonesia sebagai bagian masyarakat dunia, menurutnya, harus selalu waspada dan mencermati perilaku bangsa lain yang berbuat tidak adil. Sebab kadang ada negara yang melakukan kekerasan tanpa alasan yang jelas, misalnya tindakan Amerika terhadap Irak. Sebenarnya, kata HM Daromi yang juga rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) itu, harus berusaha mencari sebab-sebabnya. Dengan terjadinya peledakan bom di Bali Sabtu malam lalu itu dia mengingatkan Pemerintah dan Bangsa Indonesia untuk mewaspadainya. Sebab, tidak tertutup kemungkinan aksi itu merupakan rekayasa negara lain yang punya kepentingan politik dan ekonomi terhadap Indonesia. Oleh karena itu, dia menekankan pemerintah untuk berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengungkap kasus Bali. ''Perlu dicari penyebabnya dan masyarakat jangan mudah terpancing provokasi,'' tandasnya. Tolak Bantuan Selain itu dia mengingatkan, pemerintah untuk menolak dengan tegas campur tangan negara lain yang menawarkan bantuan untuk ikut melacak pelaku pengeboman. Sebab dia khawatir bantuan negara lain selain akan bisa memojokkan juga akan ikut campur tangan ke urusan dalam negeri. ''Tunjukkan bahwa kita mampu dengan cara-cara kita sendiri,'' ujarnya. Di sisi lain, dia merasa prihatin atas terjadinya pengeboman yang memorakporandakan wilayah Legian, Kuta, Bali. Sebab diyakini dampak buruknya akan sangat luas dan tidak hanya di Bali. Pulau Bali yang selama ini menjadi andalan daerah tujuan wisata kini hancur harapannya. (yon-74) |