logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 16 Oktober 2002 Jawa Tengah  
Line

116 Desa di Rembang Kekeringan

REMBANG- Kekeringan di wilayah Rembang kian parah. Dari 294 desa yang ada, 116 di antaranya mengalami kekurangan air. Padahal sebelumnya (hingga Agustus), desa yang kekurangan air baru 55 desa.

"Sekarang Rembang benar-benar kering. Yang kekurangan air bukan cuma manusia, melainkan juga hewan dan tumbuh-tumbuhan," jelas Asisten II Hamzah Fatoni SH.

Dia menuturkan, dewasa ini semua lahan pertanian mengalami kekeringan. Dari total luas sawah lebih kurang 23.080 ha, 21.400 ha di antaranya tidak ada tanamannya.

Yang lebih memprihatinkan, dari 11 sumber air sekarang tinggal dua sumber, yaitu sumber air Semen (Sale) dan sumber air Modal (Pamotan) yang dapat diambil airnya. Sumber lain sudah tidak bisa diandalkan, sebab debit airnya menyusut drastis.

Saat disinggung tentang upaya Pemkab mengatasi kekeringan, Hamzah menjelaskan, pada kondisi sekarang Pemkab lebih mengutamakan penyediaan air untuk kebutuhan manusia. Karena itu, dilakukan pengedropan air dengan menggunakan mobil tangki ke desa yang kekurangan air.

Tentang kemampuan pengedropan air per hari, Asisten II menjelaskan, setiap hari Pemkab hanya dapat mengedrop air 24 tangki air dengan mengerahkan empat mobil tangki.

Untuk mencukupi kebutuhan air di desa-desa yang dilanda kekeringan (116 desa), idealnya setiap hari harus dilakukan pengedropan air 100 tangki air. Akan tetapi karena keterbatasan mobil tangki, tidak setiap hari semua desa memperoleh jatah pengedropan air.

Bantuan air itu, ujar Hamzah, hanya untuk mencukupi kebutuhan dapur warga yang tinggal di desa-desa kekeringan. (jl-78j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA