
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Jawa Tengah |
Masih Sedikit Petani Bisa Olah Lahan
KUDUS- Hingga Selasa kemarin masih sangat sedikit petani Kecamatan Undaan, Kudus, yang sudah mengolah lahan untuk menanam padi pada musim tanam I 2002. Sebagian besar lahan masih kering. Padahal, Waduk Kedungombo telah memasok air sesuai dengan kebutuhan maksimal petani. Beberapa petani yang memiliki lahan dekat jaringan induk irigasi seperti di Desa Kalirejo, Sambung, Medini, Undaan Kidul, dan Undaan Lor, rata-rata sejak Sabtu lalu (12/10) sudah mengolah. Tetapi petani Desa Wates, wilayah paling utara atau hilir di Undaan, kemarin belum bisa menggarap sawah. Hal yang sama dialami petani yang lahannya jauh dari jaringan sekunder irigasi. Sebab, air belum bisa masuk sesuai dengan kebutuhan di saluran tersier lewat pintu sadap di sepanjang saluran sekunder. "Untuk persiapan agar saat air membasahi lahan kami sekitar tiga minggu lagi, sekarang saya menebar benih," ujar Achmad Sudir (42), petani Undaan Lor. Untuk pembenihan dia terpaksa menyewa sekotak lahan di dekat saluran sekunder. Suplai air maksimal dari Kedungombo ke jaringan irigasi Klambu Kanan (Pati dan Kudus), Klambu Kiri (Demak dan Jepara), serta Grobogan disepakati wakil petani dan pejabat teknis dalam pertemuan di Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Serang, Sungai Lusi, dan Sungai Juwana (BPSDA Seluna) 8 Oktober. Hasilnya, kata Kepala BPSDA Ir Suhartono SP ME, pada 9 Oktober-30 Oktober Kedungombo melepas 65 m3/ detik untuk daerah hilir (bawah). Distribusi air untuk irigasi dilaksanakan bila elevasi Bendung Klambu (Grobogan) 16,30 m dpl secara bertahap dan serentak. Dia menuturkan pelepasan air secara maksimal dilakukan karena distribusi tidak sampai ke lahan paling bawah (hilir). Namun pasokan maksimal itu membuat Waduk Kedungombo makin kritis. Dia mengemukakan agar aloksi air sesuai dengan kesepakatan diadakan piket bersama BPSDA, subdinas pengairan setiap kabupaten, dan petani mulai 8 Oktober. Tiap jam mereka mengirim laporan ke BPSDA, sehingga kondisi dan perkembangan riil di lapangan bisa diketahui. (yit-78g) |