logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 16 Oktober 2002 Jawa Tengah  
Line

Keramaian Dandangan Dibatasi Dua Minggu

  • 18 Oktober Mulai Penataan PKL

KUDUS-Keramaian tradisi dandangan menyambut Ramadan di Kabupaten Kudus diputuskan berlangsung hanya dua minggu. PKL yang menyalahgunakan izin dengan menggelar permainan ketangkasan akan ditindak tegas.

Sementara itu, ruas Jalan Mayor Basuno yang selama ini sebagian untuk menampung pedagang Pasar Bitingan dipastikan sudah normal kembali. Demikian pula Jembatan Kedung Paso di Jalan dr Wahidin sudah 100% bisa digunakan. Setelah kedua ruas jalan itu normal, pengaturan arus lalu lintas dengan penutupan Jalan Sunan Kudus tak menyulitkan masyarakat.

"Pelaksanaan tradisi dandangan selama dua minggu sudah final. Ini hasil setelah menerima masukan dari pelbagai pihak, termasuk masyarakat," ucap Kepala Dipenda Drs Pramono di ruang kerjanya.

"Saya baru saja rapat teknis. Jadi resminya tradisi dandangan 25 Oktober-6 November 2002." Pada 18 Oktober mulai penataan pedagang kaki lima (PKL). Lokasi yang digunakan mulai perempatan SMB di Jalan Sunan Kudus sampai perempatan Pasar Jember.

Dieliminasi

Dia mengemukakan dalam rapat evaluasi sebelumnya menerima banyak masukan dari masyarakat. Antara lain soal PKL yang menyalahgunakan izin dengan mengadakan permainan ketangkasan.

DPRD juga mengkritik soal itu. Lalu masalah sampah dan kebersihan lingkungan serta gangguan atas kehidupan warga selama dandangan berlangsung. Pemilik toko dan warung mengakui banyak PKL menggelar dagangan di sepanjang Jalan Sunan Kudus membuat pembeli di toko mereka sepi. Penghuni rumah juga meminta pengaturan PKL memperhatikan jalan masuk ke rumah. Itu banyak dikeluhkan warga Kudus Kulon. Bahkan ada tuduhan Dipenda terlalu memanjakan PKL asal luar kota. "Itu tidak betul. PKL lokal pun kami layani sebaik-baiknya," tepis Pramono.

"Ya, itu porsi Satpol PP dan polisi. Tahun 2002 kami harapkan segala ekses yang timbul dieliminasi. Kami menerima banyak masukan dari H Nadjib Hasan, Ketua Pengurus Masjid Menara Kudus."

Keinginan agar tradisi dangdangan dikemas lebih bagus untuk menunjang pariwisata di Kudus misalnya. Bidang pariwisata bukan wilayah kerja Dipenda. Biar kelak ditangani Bagian Perhubungan dan Pariwisata. "Mungkin tahun-tahun mendatang bisa dikemas lebih bagus."

Dialihkan

Kegiatan menyambut awal puasa di seputar kompleks Menara Kudus membuat arus lalulintas di beberapa ruas jalan dialihkan. Misalnya penutupan Jalan Sunan Kudus membuat arus lalu lintas dari Jepara-Kudus untuk kendaraan besar/truk dialirkan ke kiri masuk Jalan KHR Asnawi ke jalur lingkar utara. Angkuta masuk Jalan HM Subchan ZE, Kiai Nurhadi, dr Wahidin, KH Wachid Hasyim, perempatan SMB, Simpang Tujuh. Dari Jepara ke Semarang lewat jalur lingkar Agil Kusumadya.

Pemindahan pedagang Pasar Bitingan membuat ruas Jalan Mayor Basuno normal kembali. Angkuta pun tak lagi memanjang di utara Kudus Plasa. Kepindahan pedagang yang sementara menempati ruas Jalan Basuno sudah dipastikan sesuai dengan kesepakatan pedagang dengan Dipenda dan DPRD. (P7-58g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA