
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Jawa Tengah |
Petani Tebu Tagih Janji Subsidi Rp 500KUDUS - Petani tebu rakyat menagih janji pemerintah memberi subsidi Rp 500/kg gula. Pemberian subsidi tersebut telah disetujui Komisi V DPR saat rapat dengan Menperindag pada 24 Juni dan 2 Juli 2002, serta persetujuan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 26 September lalu. Petani mendesak mendapat bantuan setelah harga jual gula terutama sejak Maret hingga September hanya laku Rp 2.600-Rp 2.700/kg. Padahal, harga pokok petani berkisar Rp 3.100-Rp 3.200/kg. Karena itu, Dewan Pimpinan Nasional Badan Koordinasi Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN BK APTRI) mempertanyakan subsidi itu ke Menkeu, Menperindag, dan Mentan. Surat bertanggal 7 Oktober itu ditandatangani Ketua Umum H Abdul Wachid dan Sekjen Drs H Sigit Subiantoro. "Soal subsidi ini telah tersebar di kalangan petani melalui media cetak dan elektronik. Hal itu disampaikan Presiden kepada kami pada saat audiensi," ujar Wachid kepada Suara Merdeka, kemarin. Sebagaimana diberitakan (27/9), Megawati juga menginstruksikan agar tarif bea masuk (BM) gula impor dinaikkan menjadi Rp 1.200/kg atau naik 85%. Selama ini tarif BM yang mendasarkan Kepmenkeu KMK 01/2002 untuk gula pasir Rp 700/kg dan raw sugar (gula mentah) Rp 550/kg. Soal penyelundupan gula, Presiden menyatakan kekesalannya terhadap aparat kepabeanan. Wachid lebih lanjut menyatakan, subsidi Rp 500/kg gula sudah dinanti-natikan para petani tebu. Bantuan yang akan diberikan bermanfaat untuk meringankan kerugian petani, yang pada umumnya tidak bisa menutup utang biaya garap dan pupuk yang berasal dari program Kredit Ketahanan Pangan tahun 2002. Selain menunjang kelangsungan petani menanam tebu. Dia menyebutkan, kriteria petani yang perlu mendapat bantuan adalah mereka yang menanam tebu dan menggilingkan tebunya ke pabrik gula dari hingga akhir tahun giling 2002. Dia menjelaskan, beberapa mekanisme yang dinilai paling tepat dalam memberikan subsidi. "Yaitu, penyaluran dananya bisa lewat APTRI bekerja sama dengan PTP atau pabrik gula," ucapnya. (yit-78e) |