
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Jawa Tengah |
Warga Asing di Jepara Tak Terusik
KUDUS-Polres Kudus kemarin menggelar operasi keamanan di Terminal Induk Bus, paska peledakan bom di Kuta, Bali yang menewaskan lebih dari 180 orang. Tidak ada bahan peledak yang ditemukan, dan aparat hanya mendapati seorang penumpang yang membawa senjata tajam serta kayu jati olahan. Senjata tajam menyerupai bendo, tapi lebih panjang tersebut dibungkus kertas koran secara rapi oleh pemiliknya asal Pati, yang mengaku baru pulang kerja dari Sumatera. Belum diketahui pasti, senjata bersangkutan untuk tindak kejahatan atau berladang. Sedang dari kendaraan Angkota, polisi mendapati seorang penumpang membawa tas ukuran besar yang berisi kayu jati olahan. Karena tak bisa menunjukkan surat sebagai kelengkapan kayu berukuran sekitar 40 cm itu, untuk pengusutan lebih lanjut orang bersangkutan diperiksa di Mapolres. Operasi yang dimulai sekitar pukul 11.00 hingga 13.00 itu dipimpin Kapus Kodalops AKP Yayan Hartadi. Puluhan personel dari semua unit yang ada dikerahkan. Mereka menggeledah semua tas serta barang bawaan penumpang di atas bus maupun saat turun dari kendaraan. Tak Menurun Agen tiket bus PO Karya Jaya yang melayani trayek Semarang/Kudus - Denpasar (Bali) - Mataram (NTB) mengaku, tidak ada penurunan jumlah penumpang untuk armadanya. "Sejak Minggu lalu hingga siang ini (kemarin), penumpang masih normal," tuturnya. Penumpang bus tersebut, tambahnya, mayoritas adalah mereka yang berdagang di daerah Bali atau Mataram. "Lebih banyak penumpang langganan daripada penumpang yang bertujuan piknik ke Bali," cetusnya. Sementara, para pimpinan keamanan perusahaan swasta dan instansi vital milik pemerintah kemarin siang dikumpulkan di Mapolres untuk diberi penjelasan mengenai perlunya dilakukan peningkatan keamanan secara umum. Instansi pemerintah yang dipandang vital antara lain PLN, Telkom, dan perbankan. "Pertemuan kami lakukan untuk langkah antisipasi dalam melakukan keamanan," ucap Kapolres AKBP Drs Lutfi Lubihanto. Sementara itu kasus ledakan bom di Bali, tidak berpengaruh banyak terhadap aktivitas warga asing di Jepara. Mereka yang kebanyakan terjun di bisnis mebel ukir, tidak menunjukkan gejala akan meninggalkan "Kota Ukir". Kasat IPP Polres AKP Sugito menambahkan, setelah berdialog dengan sejumlah warga asing, mendapat gambaran, mereka tidak merasa terusik. Suasananya hampir mirip setahun lalu, pasca pengeboman gedung WTC New York AS. Warga asing di Jepara pun tetap menjalani kehidupan seperti biasa, tidak ada gerakan eksodus. (kar,yit-58) |