
| Rabu, 16 Oktober 2002 | Jawa Tengah |
Sweeping Senjata Tajam di Pintu Masuk JatengBREBES - Di pintu masuk Jateng, di pos Cisanggarung, Losari, Brebes, kemarin sore diadakan sweeping olehpetugas Polres Brebes guna mengantisipasi kemungkinan masuknya orang tak bertanggung jawab ke wilayah Jateng. Sweeping diarahkan pada pemeriksaan kendaraan pribadi yang masuk atau keluar Jateng. Sementara itu, sejumlah lokasi hiburan seperti diskotek, karaoke dan tempat-tempat keramaian seperti pertunjukan kesenian rakyat dan pertokoan di wilayah hukum Polwil Pekalongan akan diawasi secara ketat oleh petugas. Bahkan langkah yang diambil aparat keamanan, bukan sebatas itu saja. Melainkan petugas akan melakukan sweeping di tempat-tempat tersebut sepanjang kondisinya memungkinkan. Pemeriksaan yang dilakukan jajaran Polres Brebes di perbatasan Jateng-Jabar, sore kemarin, petugas menyita sebuah senjata tajam dan mengamankan orang asing yang tidak membawa identitas. Sebelumnya Polres Pemalang juga menyita lima senjata api rakitan laras panjang dan tiga butir peluru. Pemilik senjata tersebut kini diamankan berikut barang buktinya. ''Saya memang memerintahkan selain ditingkatkan pengawasan, juga perlu dilakukan sweeping di tempat-tempat hiburan, dan lokasi keramaian di sepanjang pantura,'' tandas Kapolwil Pekalongan Kombes Drs Rismawan, kepada sejumlah wartawan usai rakor bulanan, di Tegal, kemarin. Perintah peningkatan pengawasan lokasi dimaksud, kata Kapolwil, sudah dikeluarkan sejak Senin (14/10) lalu. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi pasca ledakan bom di Legian di Bali, Sabtu malam lalu, yang menewaskan 181 orang. Menurut dia, aksi teror dan kekacauan bisa terjadi dimana-mana. Termasuk di wilayah hukumnya yang terdiri atas enam polres. Pihaknya mengeluarkan perintah itu, dilakukan sebatas langkah antisipasi. Karena situasinya memang memerlukan peningkatan pengawasan dan pengawasan demikian. Untuk Berburu Penyitaan senjata api (senpi) rakitan, dilakukan jajaran Satserse Polres Pemalang. Senjata tersebut milik HS (60), warga Desa Kejene, Kecamatan Randugongkal. Menurut pengakuan pemilik, senjata rakitan itu hanya digunakan untuk berburu. Namun dengan kemarakan aksi pencurian kayu jati, petugas curiga senjata tersebut juga digunakan untuk aksi kejahatan. ''Pengakuan tersangka memang senjata itu untuk berburu. Tapi kita tidak mudah percaya begitu saja,'' papar Kapolwil Kombes Drs Rismawan, didampingi Kapolresta Tegal AKBP Drs H Condro Kirono MM, kemarin. Usai rakor Kapolwil mengunjungi lokasi sweeping di Losari. Kepada wartawan, Kapolwil didampingi Wakapolres Brebes Kompol Suprianto mengatakan, operasi pasca ledakan bom di Bali digelar untuk membersikan wilayah Pekalongan dari kemungkinan masuknya orang yang ingin membuat kekacauan. Operasi ini diarahkan pada pemeriksaan senjata tajam, senjata api, narkoba dan bahan peledak. Sedangkan penyitaan senjata tajam, kata dia, dilakukan jajaran Polres Brebes tepatnya di pos Polisi Cisanggarung, Losari. Operasi ini melibatkan satu peleton Brimob bersenjata lengkap, dua regu UPS, Satlantas dan petugas berpakaian preman. Operasi itu cukup menyita perhatian warga. Karena semua kendaraan pribadi dari dua arah diminta berhenti dan digeledah. Seorang warga asing yang kini diamankan, masih dimintai keterangan petugas. Lelaki berkulit putih mengaku bernama Chan Jhu. Dia mengaku berasal dari Korea Selatan. Saat itu dia mengendarai Suzuki Sidekick warna hijau metalik B-2603-TO, dari Cirebon hendak menuju Kota Tegal. Warga Korea itu dikenal sebagai pengusaha rotan. Ketika diminta menunjukkan identitas, dia tidak bisa menunjukkannya. Identitas yang dimiliki selaku WNA yang bekerja di Indonesia, dia katakan tertinggal di sebuah hotel di Cirebon. Untuk membuktikan kebenaran pengakuan orang asing tersebut, Kapolwil menunggu konfirmasi dari Polresta Cirebon. Sementara itu secara keseluruhan, dalam rakor bulanan itu terungkap crime clearing atau penyelesaian kasus sudah sedikit berkurang. Maksudnya banyak kasus-kasus yang telah diselesaikan. Demikian juga total crima, menurun. Sedangkan curanmor justru meningkat. Itulah sebabnya dilakukan pemeriksaan setiap saat di berbagai tempat. Pemeriksaan bisa pagi, siang atau subuh. (wh,D12-20) |