logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 16 Oktober 2002 Jawa Tengah  
Line

Gedung Kecamatan Pagerbarang Miring

  • DPU Minta Dirobohkan

SLAWI - DPU Kabupaten Tegal kini mulai bertindak tegas. Untuk menghindari kemungkinan kasus robohnya salah satu bangunan Kantor Kecamatan Jatinegara terulang, DPU memerintahkan agar tembok timur Kantor Kecamatan Pagerbarang yang kini belum selesai dibangun dirobohkan.

Pada tahun ini, Pemkab merenovasi lima kantor kecamatan, antara lain Kecamatan Jatinegara, Slawi, Dukuhturi, Kecamatan Pagerbarang. Pembangunan Kecamatan Pagerbarang senilai Rp 145 Juta itu digarap oleh CV Adi Karya Tegal.

Camat Pagerbarang Agus Sunaryo kemarin mengakui, dia memang melihat bangunan dinding kantor kecamatannya miring. Karena itu, dia melaporkan masalah tersebut ke DPU. Instansi itu kemudian mengirim Kasi Gedung dan Kantor Drs Toto Rusmilarto untuk ke lapangan. Hasil peninjauan itu, Toto kemudian memerintahkan agar bangunan yang miring dirobohkan. Namun, hingga kini pemborong belum melaksanakan.

Toto ketika dihubungi jmembenarkan hal itu. Dinding terutama di bagian timur itu miring, kata dia, kemungkinan karena pelaksana pada saat membuat profil tidak teliti. Dia menambah lagi, saka (steger) dari kayu ketika dipasang ketika belum kering benar. Akibatnya, saka sulit menyangga beban, sehingga bangunan miring.

Kepala DPU Ir Sarsito didampingi Kasubdin Bina Marga Ir Tontjo Harjo pun meminta agar pemborong memperkuat saka itu, dengan cara memperkuat dengan mamasang saka lain.

''Ini dilakukan agar kasus Kecamatan Jatinegara tak terulang,'' ujarnya. Sarsito mengingatkan kepada Badan Pemeriksa Pembangunan (BPP) agar tegas dalam menjalankan tugas.

Mereka agar tak segan-segan mengingatkan rekanan, kalau melihat kualitas bangunan tak sesuai. Dalam menjalankan tugas, BPP juga diminta tak terpengaruh provokasi rekanan, misalnya pemborong mengatakan sudah mengeluarkan uang untuk pejabat tertentu. Mereka harus tegas, karena kalau berurusan dengan Kejaksaan, justru merekalah yang bertanggung jawab.

Sebagaimana diberitakan, pembangunan Kantor Kecamatan Jatinegara juga pernah terhambat, gara-gara saka bagian tengah pendapa yang sedang dibangun roboh.

Diterpa Angin

Pelaksana CV Adi Karya Imam Mulyanto, kemarin mengatakan, miringnya gedung itu bukan karena pembuatan profil keliru atau faktor kayu untuk saka saat dipasang masih basah. ''Gedung miring karena diterpa angin,'' ujarnya. Dia menuturkan, jika sore, angin sangat kencang menerpa bangunan setinggi 7,5 meter itu.

Namun, tambah Imam, saat ini tak ada masalah. Bangunan yang miring sudah diperbaiki. Dia menyebutkan, bangunan tinggi itu pernah diubah. Ini karena ada usulan selain untuk kantor, gedung juga akan dimanfaatkan untuk lapangan badminton. Karena itu rencana anggaran biaya pernah diubah. Misalnya, dulu dipakai saat ini menjadi asbes. (aj-20e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA