
| Kamis, 3 Oktober 2002 | Surat Pembaca |
Pelayanan Hotel Jayakarta YogyaSaya belum lama ini check in di Hotel P Jayakarta Yogyakarta dan disambut seorang resepsionis yang kurang simpatik. Kami menginap satu malam dengan mengambil dua kamar deluxe. Keesokan harinya saya siap check out dari hotel dan ditelepon oleh resepsionis dengan kata-kata yang kurang layak bagi petugas yang bekerja di hotel berbintang empat. Bagaimana hotel P Jayakarta Yogyakarta. Denny Hantoro *** Terima Kasih DermawanTulisan saya tentang "Mohon Seragam SD" 5 September, ternyata menarik banyak dermawan yang simpati dan membantu, sampai saya kebanjiran bantuan pakaian seragam. Untuk itu saya menghaturkan banyak terima kasih. Dermawan yang membantu paket/uang di antaranya Bapak Krisetyono Kalisalak Batang, Bapak NS Mahmud Ungaran, Bapak Joko Puskesmas Kejajar I Wonosobo, Bapak Parmo SMK Dr Cipto Semarang, Bapak Yan Purwokerto. Juga Bapak Sugeng Hartanto PT Tupai Adyamas Indonesia Boyolali, Bapak Alif Mantingan Jepara dan Hamba Allah (yang tidak menyebutkan namanya) dan dermawan lain. Anak saya kini kelas VI SD yang sebentar lagi ujian serta melanjutkan ke SMP. Maka kepada Bapak/Ibu dermawan yang berkenan akan maringi bantuan, seyogianya diwujudkan uang (walau sedikit tak mengapa). Uang tersebut akan saya kumpulkan untuk biaya pendaftaran ke SMP, membeli seragam/sepatu atau alat tulis. Kecuali itu anak saya juga merengek minta dikhitan. Bagi dermawan yang telah maringi bantuan namun namanya belum saya sebut mohon mengirim fotokopi bukti resi paket/wesel-nya. Ny Titiek S *** Konflik Menwa-FBMSaya ingin memberi tanggapan seputar polemik di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Menilik perkembanganya, saya menilai Rektor Prof Drs Dochak Latief MSi kurang menyikapi konflik antara Forum Bersama Mahasiswa (FBM) dengan Menwa secara bijaksana. Akibatnya polemik tersebut seakan justru menjadi 'komoditas' untuk memancing opini publik. Sebagai orang nomor satu, beliau berkesan plinplan baik dalam menampung dan menindaklanjuti aspirasi FBM maupun komentar beliau sesudahnya. Meskipun tindakan merusak fasilitas dan aset UMS oleh mahasiswa (FBM) tidak bisa dibenarkan, sebagai bekas aktivis penentang sikap arogansi militer, wajar bila FBM dan Forum BEM menolak keputusan Rektor soal pembentukan UKM baru 'pengganti' Menwa. Kecuali beliau sendiri dalam tekanan pihak ketiga yang mem-back up Menwa atau menganggap keberadaan Menwa memang diperlukan sebagai tentara kampus. Saran saya, bila keputusan tersebut toh final salah satu cara untuk meminimalisasi terjadinya arogansi tentara kampus tersebut adalah dengan menanamkan doktrin antikegiatan Menwa bagi setiap mahasiswa serta membuat badan koordinasi pengawas kegiatan lintas UKM. Para anggota Menwa pada dasarnya tetap manusia biasa, mereka adalah mahasiswa dan bagian sivitas akademika. Heri Ch *** PT Taspen MenjawabBerkenaan pertayaan Sdr Yenny Finahari N Sos tanggal 20 September tentang kenaikan pokok pensiun dan rapelnya, maka sesuai SE Dirjen Anggaran 27 Juni 2001 dengan ini dijelaskan : PT Taspen (Persero) Se-wilayah KCU Semarang (Jateng DIY) bulan Agustus 2001 telah membayarkan penyesuaian pokok pensiun baru beserta rapelnya. Penyelesaian pokok pensiun lama ke baru pada dasarnya, menghilangkan/ menghauskan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) sebesar 15 % + Rp 285.000, dan menggabungnya, sehingga menjadi komponen tabel pokok pensiun baru. Kepada pensiunan janda/ duda yang mengalami penurunan diberikan Tambahan Penghasilan (TP) sebesar selisih antara penghasilan berdasarkan pokok pensiun lama dengan yang baru. Akibat penyesuaian pokok pensiun baru, maka ada pensiunan yang memperoleh kenaikan penghasilan, tidak naik (penghasilan tetap) dan ada beberapa yang mengalami penurunan. Terhadap pensiun Ibu Dra Sri Murni Rahayu Jd Santoso, BA sudah kami sesuaikan dengan PP 30/ 2001, sebagai berikut: a. Pokok pensiun lama Rp 161.100 telah disesuaikan menjadi Rp 391.300. b. Tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) Rp 309.200 yang selama ini telah dibayarkan, dengan berlakunya PP 30/2001 dihapuskan (tidak dibayarkan). c. Setelah dilakukan penyesuaian pensiunan Ibu mengalami penurunan dan agar penghasilan tidak turun, maka diberikan tambahan penghasilan (TP) sebesar Rp 79.000. d. Jadi penghasilan Ibu: Pokok Pensiun Lama Rp 161.100 TPP 15% + Rp 285.000 Rp 309.200 Jumlah Rp 470.300 Pokok Pensiun Baru Rp 391.300 TP Rp 79.000 Jumlah Rp 470.300 Sehingga penghasilan pensiun Ibu tidak mengalami kenaikan (penghasilan tetap) Kepala Bidang Persum *** Pemerasan dengan "Nyablek" SpionSaya nyaris menjadi korban pemerasan dengan cara nyablek spion mobil, namun karena pernah mendengar pengalaman korban lain, saya dapat terhindar. Mudah-mudahan masyarakat akan lebih hati-hati bilamana mengalami peristiwa tersebut. Sasarannya, orang yang mengendarai mobil sendirian dengan cara nyablek spion kiri mobil Anda saat melaju. Pelakunya menabrakkan diri dan menutup spion mobil Anda. Tak lama kemudian Anda akan dikejar oleh komplotannya yang naik mobil dan memotong laju mobil serta memerintahkan turun dari mobil dengan dalih Anda melakukan tabrak lari. Kemudian Anda akan diperas dengan meminta dompet, uang, cincin, HP, jam tangan dan benda-benda berharga lainnya yang berada di dalam mobil. Ciri-ciri penampilan pelaku selalu rapi, necis dan kadang berdasi. Bilamana mengalami hal tersebut dan mobil akan dihentikan orang, usahakan Anda tetap berada di jalur tengah sehingga pelaku sulit memotong jalur. Jangan berhenti meskipun disuruh herhenti. Carilah perlindungan pada pos-pos polisi terdekat. Untuk amannya mintalah pengawalan petugas kepolisian untuk melanjutkan perjalanan bila memungkinkan, karena kemungkinan Anda akan dibuntuti lagi. Widiastuty Wahyuningrum *** Bagaimana Cara Langganan KA KaligungMohon penjelasan bagaimana berlangganan KA Kaligung. Kami sekitar 30 orang merupakan penumpang tetap KA Kaligung setiap hari Senin dari Tegal dan Sabtu dari Poncol (pelajo). Kiranya pihak Perumka berkenan, kami bermaksud berlangganan. Untuk itu mohon penjelasan. Nur Muwahyu |