
| Kamis, 3 Oktober 2002 | Sala |
Prosesi Kirab Getek Jaka TingkirPelepasannya Diminta WonogiriTAMAN JURUG - Pelepasan prosesi kirab getek Jaka Tingkir pada puncak acara Pekan Syawalan 2002 yang semula dijadwalkan akan dilepas di Pesanggrahan Langeharjo, belakangan diminati Bupati Wonogiri Begug Purnomosidi SH. Bupati yang memiliki gelar kebangsawanan dari Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran tersebut bahkan meminta agar upacara pelepasan atraksi larung ageng itu dilakukan dari Bengawan Solo hulu di wilayah Kabupaten Wonogiri. ''Saya sangat mendukung rencana tersebut. Karena itu, saya tadi (kemarin-Red) menelepon Kepala Dinas Hubparsenbud yang mengikuti Rakorwil Pariwisata di Tawangmangu. Kami bermaksud memohon prosesi pelepasan kirab getek Jaka Tingkir dari Wonogiri,'' papar Begug Purnomosidi SH kepada Suara Merdeka yang meminta konfirmasi tentang atraksi larung ageng, kemarin. Dengan demikian, bila daerah Subosuka Wonosraten terutama Wonogiri, Sukoharjo, Solo, dan Sragen memiliki visi dan misi sama terhadap pengembangan pariwisata ke depan, tentu daerah-daerah itu tidak akan keberatan tetapi sebaliknya justru mendukung rencana larung ageng itu. Sebab, dengan kegiatan itu akan membangkitkan aktivitas kepariwisataan di wilayah-wilayah tersebut, yang pada gilirannya akan mengimbas pada sektor kehidupan lain, terutama perekonomian dan perdagangan. Karena itu, pihaknya sangat berharap atraksi yang memunculkan tokoh legenda Jaka Tingkir dan akan diperankan aktor bintang tamu itu bisa dilepas dari Wonogiri. Lantaran sesudah itu prosesi bisa singgah di Pesanggrahan Langenharjo, Sukoharjo mengikuti upacara puncak Pekan Syawalan 2002 di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo serta berlabuh di Desa Butuh, Plupuh, Sragen. Dukungan Perihal dukungan riil yang disebutkan Bupati Wonogiri, kemungkinan akan diwujudkan dalam bentuk anggaran bahkan langsung dilaporkan kepada Gubernur Jateng untuk mendapatkan dukungan. Dari lokasi Rakorwil Pariwisata di Taman Ria Balekambang Tawangmangu, Karanganyar, Kepala Subdinas Pariwisata Seni dan Budaya Wonogiri Drs Subandoro mengungkapkan, telah mendapat pesan Bupati untuk menyampaikan ke forum tentang dukungan terhadap rencana larung ageng. ''Secara prinsip, daerah kami sangat mendukung rencana itu. Bahkan, Bapak Bupati telah memohon prosesi itu untuk bisa diawali dari Wonogiri. Kami akan membahas lebih intensif, sebab perlu persiapan cukup di internal Pemkab dan masyarakat Wonogiri,'' jelas pejabat asal Keprabon Solo itu. Di tempat terpisah, pimpinan Solo Gema Budaya (SGB) Entertainment Gembong Supriyanto mengemukakan, di forum Rakorwil Pariwisata Surakarta itu dia kemarin mempresentasikan rencana yang disusunnya bertajuk larung ageng getek Jaka Tingkir itu. Dia menerangkan, salah satu dukungan Bupati Sragen adalah perencanaan keramaian pasar malam yang akan dilahirkan di Desa Butuh dan menggelar tarian massal Jaka Tingkir untuk menyambut kedatangan kirab getek. Pada bagian lain Kepala Dinas Parsenibud Surakarta Soetarno SH CN mengemukakan, dalam rakorwil disepakati bersama untuk mengangkat promosi wisata daerah Subosuka Wonosraten secara sinergi dan berkesinambungan. ''Dengan cara demikian, potensi wisata di Solo dan sekitar dapat terangkat.'' Hasil rapat koordinasi itu, sambungnya, pada 2003 akan digelar Festival Pariwisata yang berisi parade budaya dan gelar potensi kesenian dari masing-masing daerah di wilayah Surakarta. ''Program itu dijadwalkan akan berlangsung tahun depan di Solo. Semua kabupaten dan Kota Solo menyetujui rencana itu,'' tutur Soetarno. Semua kegiatan itu merupakan investasi jangka panjang yang tidak akan kelihatan dalam waktu singkat. Karena itu, perlu mendapat dukungan semua pihak baik eksekutif, legislatif maupun warga. ''Selain itu akan didukung pula program Solo-Selo dan Borobudur, sebab potensi tersebut merupakan aset bagi kita untuk meningkatkan potensi wisata.''(won,san-74j) |