logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 3 Oktober 2002 Sala  
Line

SPBU Selogiri Amankan Jalur BBM

WONOGIRI- Pemilik Stasiun Pompa Bensin Umum (SPBU) Selogiri Ir H Surarmo Suryosurarso membantah tuduhan SPBU miliknya tidak mau melayani pembelian BBM dengan jerigen.

Pembelian dengan cara itu dilayani, tetapi memang harus melalui prosedur khusus sebagaimana ditetapkan oleh Pertamina UPPDN IV Semarang.

''Harus ada sedikit birokrasi yang harus ditempuh untuk pembelian solar dengan jerigen. Prosedur itu ditetapkan untuk mengamankan jalur BBM, agar sesuai dengan sasaran,'' katanya melalui surat yang dikirimkan ke Biro Suara Merdeka Solo, kemarin.

SPBU Selogiri memang mendapat sorotan sejak pekan lalu, setelah menolak melayani pembeli solar menggunakan jerigen.

Para pembeli itu kebanyakan para anggota kelompok tani yang memerlukan solar untuk alat mesin pertanian. (Suara Merdeka, 25, 26, 27 September).

Dikatakannya, mulai 12 April SPBU memang dilarang melayani pembelian solar menggunakan jerigen.

Dalam surat edaran Pertamina UPPDN IV Semarang itu disebutkan, pembeli menggunakan jerigen harus membawa surat keterangan dari camat setempat, yang menyatakan bahwa dia memang membutuhkan solar itu untuk keperluan alat mekanika pertanian, industri kecil seperti penggilingan padi, dan sebagainya.

Surat Izin

''Langkah itu pula yang kami sarankan kepada para anggota Kelompok Tani Selogiri, yang saat itu datang di SPBU kami. Mereka saat itu juga menyatakan sanggup. Jadi, bukan kami menganjurkan agar mereka menggotong diesel atau traktornya ke SPBU kami,'' tambah Surarmo.

Terbukti para petani itu keesokan harinya juga langsung datang dengan membawa surat keterangan yang diperlukan. ''Surat itu langsung dikirimkan ke Pertamina Cabang Yogyakarta dan langsung dijawab bahwa kami diizinkan melayani permintaan Kelompok Tani Selogiri itu,'' ungkapnya.

Untuk selanjutnya, jika ada permintaan lagi, prosedurnya memang harus seperti itu. Termasuk melampirkan jumlah anggota dan kebutuhan solar per bulan. Itu memang permintaan dari Pertamina.

''Kalau kami terlalu birokratis, itu karena kami mengamankan agar BBM yang masih disubsidi pemerintah itu jatuh ke pihak yang menggunakan langsung, dan tidak ke tangan penimbun. Bahkan lebih ngeri lagi kalau kemudian solar itu dioplos,'' papar Surarmo.

Kasus itu sendiri sudah diketahui Bupati Wonogiri dan sudah diselesaikan dengan baik. Karena itu, tidak ada masalah lagi antara SPBU Selogiri dan para petani.(an-70k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA