logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 3 Oktober 2002 Sala  
Line

Lagi-lagi Korban Pembiusan

  • Pelakunya Diduga dari Solo

TIRTONADI- Kasus pembiusan penumpang bus masih terus terjadi. Di Terminal Tirtonadi, yang merupakan salah satu tempat pemberhentian bus di Solo, kemarin dini hari pukul 02.00 seorang diketahui tergeletak di bus Harum D-7909-YB.

Penumpang bus, Oseh (44) warga Lingkong RT 1 RW 7 Ciurip, Cimahi, Jawa Barat ditemukan kondektur bus, Abud Budiman (32), di tempat duduk nomor 8 dari depan dalam keadaan pingsan.

Korban pembiusan kali ini, Selasa (1/10) malam naik bus Harum dari Purwokerto menuju Solo. Seperti korban yang lain, warga Cimahi itu berkenalan dengan orang yang duduk di sampingnya. Dalam perjalanan dia ditawari minuman berwujud kaleng oleh kenalan barunya. Setelah diminum, korban merasa pusing dan tidak lama kemudian tidak sadarkan diri. Melihat si korban pingsan, pelaku kemudian beraksi menguras harta yang dibawanya.

Kondektur itu membawa Oseh ke pos penjagaan terminal, dan kemudian ke Rumah Sakit (RS) Dr Oen Kandangsapi, Jebres. Setelah siuman Rabu (2/10) kemarin, di hadapan petugas Polsekta Banjarsari korban mengaku kehilangan uang sekitar Rp 300.000 yang tersimpan di saku celananya.

Tanggung Jawab

Kapolresta AKBP Drs Bambang Hermanu SH MM menegaskan, dalam kasus pembiusan penumpang bus itu petugas meminta pemilik bus dapat bertanggung jawab atas kerugian yang dialami penumpangnya.

''Dalam kasus ini, petugas dalam ketentuan hukum tidak dapat menjerat secara hukum terhadap pemilik bus dan krunya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tanggung jawab bagi pemilik bus atau krunya itu, sebagai tuntutan moral dan memberikan perlindungan bagi penumpang yang kehilangan barang,'' papar Kapolresta.

Merujuk pada ketentuan hukum, lanjut dia, tidak ada pasal yang menyebutkan barang siapa yang lalai hingga menyebabkan barang milik orang lain hilang, dapat dikenakan hukuman.

''Tentunya petugas tidak dapat memberikan sanksi atau hukuman bagi pemilik bus atau kru. Petugas hanya dapat meminta keterangan dari mereka,'' jelasnya.

Dalam mengusut kasus pembiusan itu, menurut Kapolresta, petugas mencurigai lima orang yang diduga sebagai pelaku. ''Kelompok ini berasal dari Solo. Hanya saja dalam mengungkap kasus ini, petugas belum cukup bukti untuk menangkap mereka,'' kata dia didampingi Kasatserse AKP A Djoko Widiyanto. (G11-51k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA