logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 3 Oktober 2002 Olahraga  
Line

LIPUTAN KHUSUS ASIAN GAMES XIV BUSAN 2002

Kubu Indonesia Khawatirkan Angin Kencang

BUSAN-Kubu Indonesia khawatir angin kencang bisa mengacaukan konsentrasi pada pertandingan babak pertama beregu putri lawan Cina, di Stadion Tenis Geumjeong Busan, Kamis siang ini. ''Laju bola agak lambat, mungkin karena lapangannya baru ya. Tapi saya yakin bisa main maksimal,'' kata petenis putri andalan Indonesia, Angelique Wijaya, seusai mencoba lapangan kemarin.

Walau demikian, Angie dan Wynne Prakusya mengaku sudah sering menghadapi persoalan angin. ''Ya mudah-mudahan saja. Yang penting kita akan main sebaik-baiknya,'' tutur Angie.

Ketika kepadanya ditanyakan bagaimana peluang melawan Shen Zhi yang pernah mengalahkannya beberapa waktu lalu, dia menyebutkan, sama sekali tidak merasa grogi.

''Saya akan berusaha membalas kekalahan itu di sini. Jadi, tak ada takut-takutan,'' tuturnya sembari tertawa.

Selama satu jam, seluruh petenis putra dan putri Indonesia berlatih di lapangan tenis Geumjeong. Selain regu putri, tim putra juga bakal turun ke lapangan melawan Arab Saudi.

Dalam latihan tersebut, semua petenis ikut serta, di antaranya Suwandi, Peter Handoyo, Liza Andriyani, Wukirasih Sawondari, Angie, dan Wynne Prakusya. Program latihan yang berlangsung selama satu jam tersebut difokuskan kepada ketenangan dalam memukul bola di bawah tekanan angin yang sangat kencang.

Tekanan angin memang sangat besar di sekitar stadion tenis yang bakal dijadikan ajang pertandingan Asian Games 2002. Karena itu, kekhawatiran Angi dan Wynne juga dibenarkan ofisial Indonesia yang menyaksikan langsung jalannya latihan.

Melihat Dulu

Tintus Arianto Wibowo yang didaftarkan PB Pelti sebagai petenis putra yang berhak tampil di nomor beregu putra mengungkapkan, pendaftaran dirinya sebagai atlet hanya merupakan upaya back-up saja.

Alasannya, sesuai peraturan pertandingan, untuk ikut pertandingan tenis beregu putra, setiap negara harus menyertakan 3 petenis putra.

''Jadi, ini sekadar jaga-jaga saja. Cuma untuk mem-back-up saja. Saya belum tentu main,'' tandasnya.

Saat ditanya apakah dirinya siap diturunkan jika keadaan memaksa, mantan petenis nasional tersebut mengatakan akan melihat dulu siapa yang akan jadi lawannya. ''Siapa dulu yang akan jadi lawan saya. Kalau yang jadi lawan 'gajah', ya berat, hingga saya bisa 'keinjak-injak'. Kalau lawan 'semut' ya mungkin,'' tuturnya.

Terungkap, Tintus sengaja didaftarkan untuk mengantisipasi terjadinya masalah bagi dua pemain putra yang ada, yakni Peter Handoyo dan Suwandi. ''Bila salah satu pemain kecapaian, atau bagaimana, ya mungkin Tintus kan bisa diturunkan. Jika lawan yang dihadapi bukan negara kuat, Tintus juga kan bisa dimainkan,'' ungkap seorang ofisial Indonesia.

Pendaftaran Tintus juga dilakukan, agar tak ada persoalan bagi tim putra Indonesia. ''Dalam pendaftaran kan memang disebutkan, jika terpaksa sebuah negara boleh hanya mendaftarkan 2 pemain saja. Tapi kan bisa saja ada negara yang protes, karena menurut keharusan, setiap negara itu mestinya mendaftarkan 3 pemain,'' paparnya. (bn,wgm-22t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA