logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 3 Oktober 2002 Olahraga  
Line

LIPUTAN KHUSUS ASIAN GAMES XIV BUSAN 2002

Uyun Dicurangi Atlet Tuan Rumah

BUSAN-Setelah gagal mendulang medali dari Tonton Susanto, cabang balap sepeda membalas kegagalan, menyusul keberhasilan pembalap putri Uyun Muzizah merebut medali perak di nomor individual road race 96,8 km putri dalam pertandingan yang berlangsung di Gijang Road, Busan, kemarin.

Uyun Muzizah menyabet medali perak dengan catatan waktu 2 jam 47 menit 19 detik. Prestasi yang dicapai Uyun ini sebetulnya sama dengan waktu yang dicapai pebalap asal Korea Selatan Kim Yong-mi yang dinyatakan sebagai juara hingga berhak meraih medali emas. Data dari panpel menyebutkan, Kim menyentuh garis finis terlebih dulu dibandingkan dengan Uyun Muzizah. Pembalap asal Indonesia tersebut kalah seperempat ban saat memacu sepedanya menembus garis akhir.

Medali perunggu dibukukan pembalap asal Cina, Yanxia Jiang, yang juga mencatat waktu 2 jam 47 menit 19 detik. Waktu yang dicapai ketiga pembalap tersebut memang sama, mengingat ketiga atlet tersebut hampir bersamaan menyentuh garis finis. Bahkan, tidak hanya ketiga pembalap tersebut yang menyentuh garis finis secara serempak, melainkan 7 atlet lain.

Mereka adalah Xinghong Guo (Cina), Miho Oki (Jepang), Hong Thuy Vu (Vietnam), Alexandra Ka Wah Yeung (Hong Kong), Baby Marites Bitbit (Filipina), Monrudee Chapookam (Thailand), dan pembalap putri asal Indonesia lainnya, Santia Tri Kusuma. Tujuh atlet ini juga mencatat waktunya 2 jam 47 menit 19 detik.

Menjelang upacara pengalungan medali, kubu Indonesia melalui Manajer Tim Sofyan Ruzian melancarkan protes kepada Pimpinan Perlombaan Tatsoa Hayashi dari Jepang. Dia melaporkan, pada jarak lima belas kilometer sebelum finis, Kim telah dengan sengaja menyikut tangan kanan Uyun.

Bukti Rekaman

Dalam mengajukan protes tersebut, Sofyan Ruzian melengkapinya dengan rekaman video yang dibuat seorang anggota kontingen Indonesia yang secara kebetulan mengabadikan kejadian tersebut. Namun pimpinan perlombaan, Tatsoa Hayashi, spontan langsung menolak protes tersebut dengan alasan bukti yang disampaikan kubu Indonesia dengan alasan rekaman itu tidak dibuat oleh panitia pertandingan sehingga dianggap tidak valid.

Begitu lomba dimulai, Uyun Muzizah langsung melesat bersama sejumlah pebalap lain. Kira-kira 10 kilometer sebelum garis akhir, Uyun masih bersaing rapat dengan pembalap Cina di depan. (bn,wgm-22t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA