logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 3 Oktober 2002 Olahraga  
Line

LIPUTAN KHUSUS ASIAN GAMES XIV BUSAN 2002

Tanti Nyaris Gagal Persembahkan Medali

BUSAN-Lifter asal Jawa Tengah Tanti Pratiwi yang turun di kelas 58 kg putri berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk kontingen Indonesia. Pada pertandingan yang berlangsung di Pukyong National University Gymnasium, Selasa kemarin, dia mencatat angkatan total 212,5 kg. Demikian dilaporkan wartawan Suara Merdeka, Budi Nugraha dan Wagiman Sidharta semalam.

Dia nyaris gagal meraih medali, karena catatan prestasinya sama dengan yang dicapai atlet Myanmar, Shwe Sin Win. Hanya saja berat badannya 1,5 ons lebih ringan, sehingga dinyatakan meraih perunggu.

Di kelas ini, medali emas diraih lifter Cina, Zhou Yen, dengan total angkatan 220 kg. Medali perak diraih atlet Thailand, Kamean Wandee, dengan total angkatan 215 kg.

Tanti Pratiwi yang dilahirkan di Blora 24 tahun lalu mengaku bangga berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk kontingennya. Pada pertandingan tersebut, dia hampir saja menempati peringkat kedua di bawah angkatan peraih medali emas Zhou Yan.

Sayang, keberhasilan di angkatan snatch tidak diikuti dengan angkatan clean and jerk. Pada angkatan clean and jerk pertama, dia mengangkat barbel seberat 115 kg. Pada angkatan kedua, barbel 120 kg gagal diangkatnya.

Dia baru berhasil melakukannya pada angkatan ketiga. Berbeda dari Zhou. Gadis yang masih berusia 18 tahun itu dengan mulus berhasil mengangkat barbel seberat 125 kg. Keberhasilan Zhou meraih medali emas untuk negaranya tersebut sekaligus mencetak rekor baru.

Mengangkat Air

Tanti yang kelahiran 4 Maret 1978 mengaku senang berhasil meraih perunggu. Dia sadar lawan yang dihadapi memang lebih baik.

''Saya terus terang ketika melakukan angkatan snatch tanpa beban. Sebaliknya ketika melakukan angkatan clean and jerk sedikit grogi. Tapi dengan perunggu ini saya cukup senang dan puas,'' katanya selepas lomba.

Dari pengakuannya, karier angkat besi diawali dengan mengangkat air di daerahnya membantu tetangganya. Ketika musim kemarau daerahnya dilanda kekeringan. Secara kebetulan, tambahnya, dia memiliki sumur pompa. Air dari sumur pompanya itu lalu diangkatnya untuk diberikan kepada tetangganya.

Dari sinilah dia mulai melirik cabang angkat besi, karena tetangga sering mendesaknya. '' Kenapa kamu tidak masuk angkat besi saja,'' kata Tanti menirukan tetangganya.

Pelatih angkat besi Imron Rosadi mengatakan, ''Tanti sudah tampil maksimal, dan telah memberikan yang terbaik untuk kontingen Indonesia.''

Dia menambahkan, memang dalam latihan anak asuhnya mampu mengangkat barbel 90-95 kg di angkatan snatch. ''Tapi sayangnya dia agak grogi ketika melakukan angkatan clean and jerk. Dia sudah keder dengan lifter Cina itu,'' ujarnya.

Saat menyinggung tentang peluang Irwin Abdulah yang akan turun di kelas 69 kg hari ini, dia mengatakan, minimal medali perunggu bisa disumbangkan buat kontingen Indonesia. Memang di kelas ini, lawan terberat dari Cina dan tuan rumah Korsel. ''Syukur-syukur medali perak,'' sambungnya.(22t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA