
| Kamis, 3 Oktober 2002 | Semarang & sekitarnya |
Hubungan dengan Wartawan Tidak Harus Pakai Materi
SEMARANG- ''Apakah berita soal PMI menarik wartawan? Apakah kami harus menyediakan uang untuk mengundang wartawan? Siapa yang kami hubungi untuk mengundang wartawan?'' Pertanyaan itu dilontarkan peserta Lokakarya Manajemen Kehumasan PMI se-Indonesia kepada Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Drs H Sutrisna ketika memberikan ceramah ''Bagaimana Berhubungan dengan Media'', Rabu (2/10) di ruang pertemuan kantor redaksi di Jalan Raya kaligawe Km 5. Pertanyaan itu muncul lantaran ada peserta beranggapan, bila ingin mengundang wartawan harus menyediakan banyak uang. Peserta lokakarya yang umumnya humas PMI provinsi memiliki pengalaman berbeda dalam menghadapi para wartawan di daerah. Sutrisna yang juga pengurus Cabang PMI Semarang mengajak para humas agar menempatkan posisi wartawan sebagai orang profesional dan memiliki idealisme. ''Kami memahami, memang ada beberapa media yang tidak memperhatikan kesejahteraan wartawannya sehingga berdampak para jurnalis mudah digoda dan bahkan dirusak mentalnya dengan pemberian amplop.'' Dengan menempatkan wartawan secara profesional, cara pendekatannya juga tidak harus dengan materi (uang). Pendekatan dengan wartawan lebih pas bila para narasumber dapat mengenal secara pribadi melalui hobi, minat, dan event yang menarik perhatiannya, misalnya dengan mengucapkan selamat ulang tahun. Peserta lokakarya yang berjumlah 30 orang dan dikoordinasi Humas PMI Pusat selain meninjau dapur redaksi juga melihat proses pembuatan surat kabar dan Markas PMI Jateng Jalan Tanjung 11A.(tb-13j) | |||||