logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 3 Oktober 2002 Semarang & sekitarnya  
Line

Lagi, Penipuan lewat SMS

SEMARANG- Kendati sudah banyak orang menjadi korban penipuan melalui short message service (SMS) telepon genggam,kejadian serupa masih saja terulang. Salah seorang korban Selasa (1/10) sore melapor ke Poltabes yakni Santi Widayanti (41) warga Jalan Argopuro.

Kejadian tersebut bermula ketika korban mendapat SMS dari orang tidak dikenal. Dalam pesannya, sebagaimana laporan korban, pengirim SMS memberitahukan bahwa Santi mendapat hadiah uang puluhan juta rupiah. Uang itu rencananya ditransfer melalui ATM.

Guna konfirmasi selanjutnya korban diminta segera menghubungi nomor yang sudah diberikan oleh pengirim pesan. Karena penasaran korban iseng-iseng menghubungi nomor telepon yang dikirim oleh pemesan.

Seperti kasus-kasus penipuan lewat SMS yang pernah terjadi,seorang pria yang mengaku bernama Toni meminta korban agar mendatangi ATM terdekat untuk mengecek pengiriman uang.

Santi menuruti semua permintaannya, termasuk ketika dia disuruh memencet nomor-nomor sesuai yang diintruksikan Toni.

Korban mengaku tidak curiga ketika mendapatkan SMS tersebut karena pengirimnya jelas. Wanita itu tidak sadar bahwa nomor yang dipencet adalah kode pengiriman uang.

Santi baru sadar menjadi korban penipuan ketika akan mengecek penambahan uang di ATM miliknya. Sebab, uang yang disimpan di ATM bukannya bertambah tapi justru berkurang Rp 2 juta.

Adapun Ribut (60) penduduk Jalan Kelapa Gading, Perumahan Plamongan Indah mengaku kehilangan motor yang diparkir di Jalan Dr Soetomo. Karena ingin mencari pencurinya dia menunggu di tepi jalan tersebut, tepatnya di sekitar RST (sekarang Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama), hingga akhirnya dua pria tak dikenal mendekatinya.

Keduanya menjelaskan bahwa motor sudah ditemukan. Tapi untuk pengurusan dua pria itu minta uang Rp 600.000. Korban selanjutnya diajak ke ATM Lippo Jalan Pemuda untuk mencairkan uang. Ribut diminta menunggu di ATM Lippo. Namun ditunggu beberapa jam keduanya tidak datang, hingga akhirnya korban melaporkan ke polisi. (D7-13)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA