logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 3 Oktober 2002 Semarang & sekitarnya  
Line

Dua Rumah Terbakar

KEBAKARAN: Puing-puing dua rumah yang terbakar di Sawah Besar menjadi tontonan warga. (Foto:Suara Merdeka/G4-13)

SEMARANG TIMUR- Musibah kebakaran kembali terjadi. Rabu (2/10), dua rumah di RT 3 RW 4 Kelurahan Sawah Besar ludes dilalap si jago merah. Meski tak menimbulkan korban jiwa, peristiwa itu menelan kerugian belasan juta rupiah. Hanya tembok, rangka bangunan, dan puing-puing rumah yang tersisa dalam musibah tersebut.

Kedua rumah itu masing-masing milik Purwanto (45) dan Ny Juwariyah (40). Api muncul kali pertama dari rumah Purwanto sekitar pukul 10.00 dan dengan cepat merambat ke rumah Ny Juwariyah di sebelahnya.

Penyebab kejadian masih simpang-siur. Beberapa warga menuturkan, api berasal dari kompor di dapur rumah Purwanto, yang saat itu hanya ditempati Ny Purwanto dan anaknya, Yeni (35).

Setelah menyalakan api untuk memasak, Yeni pergi mandi. Diduga karena tiupan angin, api kompor menjilat dinding dapur yang terbuat dari gedhek, kemudian menjalar ke ruangan lain.

Namun, ada beberapa saksi yang menduga kebakaran diakibatkan korsleting . Beberapa tetangga korban mengaku melihat percikan bunga api di kabel yang terletak di atap rumah sebelum terjadi kebakaran. Percikan itu mengenai usuk dan membakarnya, lalu merembet ke rumah Ny Juwariyah yang saat itu hanya ditinggali anaknya, Sulis (25).

Ketika dimintai keterangan, Ny Purwanto dan Yeni memberikan penjelasan yang berubah-ubah. Menurut beberapa warga, ingatan kedua orang itu agak terganggu.

''Waktu kami tanya, semula Ny Purwanto bisa menceritakan awal mula kejadian. Namun, tiba-tiba saja ia berubah marah dan bicara yang tidak jelas,'' kata seorang pemuda sambil menambahkan, saat kejadian Purwanto sedang bekerja di luar kota. Ketika api mulai menyala, warga menyuruh perempuan itu supaya cepat keluar rumah.

''Tapi dia malah tertawa-tawa. Anaknya, Yeni, kami minta cepat mengeluarkan ijazah dan surat-surat berharga, tapi yang dia bawa keluar malah setumpuk majalah bekas,''.

Lurah Sawah Besar, Parno membenarkan bahwa dua warganya memang agak terganggu ingatannya.

Ungsikan Barang

Begitu api muncul, warga bergotong-royong menyiramkan air. Namun, api lebih cepat membesar karena udara panas dan angin bertiup kencang. Selain itu, sumber air sangat terbatas. Air selokan di sekeliling lokasi kebakaran sampai habis dikeruk, tapi api tak kunjung padam.

Akibatnya, sejumlah barang berharga seperti televisi, VCD player, mebel, perhiasan, dan surat-surat penting tak terselamatkan. (G3-13)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA