
| Selasa, 1 Oktober 2002 | Sala |
Kepala Dibacok, Kijang DirampasKLATEN - Hati-hati pada orang yang belum dikenal, bisa jadi dia sedang mengincar kita sebagai mangsanya. Pengalaman Junaedi Antoni (43) warga Dukuh Dongkelan, Desa Panggung Harjo, Kecamatan Sewon, Bantul, bisa dijadikan contoh. Dikiranya mendapat carteran tapi malah dirampok dan kepalanya dibacok celurit, Minggu lalu (29/9) pukul 19.30. Kisah itu berawal ketika korban menerima telepon dari seorang laki-laki tak dikenal minta diantar ke daerah Cokro, Klaten, Minggu sore. Setelah harga disepakati korban setuju menjemput calon pelanggannya. Kemudian korban datang ke Hotel Retno Mudo Jl Veteran Yogyakarta dengan mengendarai Toyota Kijang buatan 1994 Nopol B 975 HB miliknya. Karena pemberi order belum kelihatan, korban bertanya pada resepsionis dan menyatakan maksud kedatangannya. Sekitar 15 menit dua lelaki pemberi order datang, mereka berkemas-kemas di kamar No 29 kemudian langsung berangkat. Korban mengemudikan mobil sedang seorang penumpang duduk di sebelahnya, seorang lagi di belakang. Selama dalam perjalanannya semua terlihat wajar tak ada sesuatu yang mecurigakan. Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi ketika mobil tiba di Jl Kiringan, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten yang sangat sepi, pukul 19.30. Tiba-tiba saja penumpang yang duduk di belakang mengeluarkan celurit dan membacok kepala korban bagian belakang saat mobil sedang berjalan. Melihat gerakan itu korban berusaha menangkis tapi telunjuk tangan kirinya justru ikut terluka. Darah segar mengucur dari kepalanya, sejalan dengan itu, penumpang yang duduk di sebelah korban merebut kemudi dan korban ditarik ke belakang. Kemudian korban dipaksa menyerahkan STNK kendaraan tapi dijawab STNK tidak dibawanya dan ditaruh di laci mobil. Meloncat Saat itu, sopir menginjak rem dan memutar arah mobil ke arah berlawanan. Kesempatan itu digunakan oleh korban untuk meloncat keluar dari mobil sehingga jatuh ke aspal. Korban ditinggalkan begitu saja, sedang mobil Kijang senilai Rp 60 juta itu dibawa kabur. Untunglah masyarakat yang tinggal di dekat lokasi kejadian segera memberikan pertolongan kepada korban. Sebagian warga membawanya ke Puskesmas Polanharjo dan sebagian lapor kepada polisi. Akibat peristiwa itu kepala korban mendapat beberapa jahitan. Aparat Reserse segera meluncur ke lokasi kejadian untuk menyelidiki kejadian itu. Menurut Kaurbinops Serse Iptu Barozi, dia dan timnya telah melakukan pengecekan ke hotel tempat tersangka menginap. ''Salah satu diantara tersangka bernama Mujahid warga Tanggerang, Jabar, kami sudah melakukan koordinasi dengan aparat di sana, namun ada kemungkinan KTP yang digunakan itu palsu,'' ujar Barozi di kantornya, kemarin. Menurutnya, seorang tersangka bertubuh pendek, kulit hitam, agak gemuk dan rambut lurus, sedang seorang lagi juga pendek, bertubuh kurus, hitam dan rambut agak keriting. Saat ini, tim Reserse masih berusaha memburu pelaku.(F5-14) aaaaaa |