
| Selasa, 1 Oktober 2002 | Sala |
Karsonawi, Pendendang Barzanji Irama IslamiTABUHAN terbang (rebana) aneka ukuran itu memunculkan ragam nada ritmis dinamis. Terdengar selaras ketika mengiringi syair ''Salawat Nabi'' atau saat pemainnya melantunkan keagungan asma Allah dalam irama islami. Juga terdengar padu dalam keselarasan nada, manakala ditabuh untuk mengiringi lantunan barzanji (pembacaan ayat-ayat suci Alquran). ''Kami telah memainkan musik terbang ini sejak 1950,'' tutur Karsonawi (73). Pesiunan modin Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri itu sejak muda telah berguru dan berlatih menjadi pemusik rebana kepada seniornya, yaitu Modin Kiai Kasan Buniran. Karena kemahirannya itu, menjadikan Karsonawi kini dipercaya memegang pimpinan grup musik rebana Masjid Al Ikhlas Dusun Golo, Desa Kembang. Dia dibantu Martoridi (80) sebagai penabuh rebana ketipung, Warsorejo (71) terbang, dan Martono (60) pengendang dodok. Kelompok pemusik rebana itu sering diminta pentas untuk perhelatan khitan, ritual mitoni (hamil genap tujuh bulan-Red), dan juga nyewu (kenduri selamatan kematian genap 1.000 hari-Red). Di luar itu, grup Karsonawi setia melantunkan barzanji di masjid dan langgar desa atau di forum-forum komunitas pengajian umat Islam. Juga sesekali memamerkan kebolehannya manakala ada tamu-tamu penting berkunjung ke desanya. Sebagaimana ketika Bupati H Begug Poernomosidi SH melakukan tilik desa ke Kembang, belum lama ini. Guyon Untuk memberikan sentuhan kesegaran dalam bermain rebana, grup Karsonawi sering menyelipkan parikan guyon maton gaya kejawen yang populer di komunitasnya. Juga melempar petuah-petuah agamais bermuatan tuntunan kebaikan umat di jalan amal jahiriah, dan demi mendapatkan rida serta pahala Allah. Dengan selingan-selingan yang menyegarkan itu, menyebabkan sajian musik terbang tidak monoton dan cepat membosankan bagi pendengarnya. Selingan itu penting disajikan untuk memberikan roh dan kiat menghidupkan suasana pentas. Ketika harus menghabiskan jam pentas yang panjang, seperti pada upacara tirakatan ritual mitoni yang biasa dijalani semalam suntuk, sajian terbang Karsonawi tidak terasa membosankan. ''Tentang ongkos, kami tidak pernah pasang tarif. Terserah pengundang akan memberikan uang saku berapa. Serelanya dia memberi. Bagi kami, tak dibayar pun juga tak apa-apa,'' tutur Karsonawi. Terbang kendang dodok pegangan Martono merupakan warisan dari Modin Desa Sokoboyo. Terbang yang biasa dimainkan Karsonawi diperoleh dari almarhum Modin Desa Kembang Kiai Kasan Buniran yang usianya jauh lebih tua dari umur para pemainnya walau mereka juga telah uzur. Grup rebana Karsonawi biasa tampil dalam seragam berpeci, jas tanpa dasi, celana panjang atau sarung. (Bambang Pur-70j) |