logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 1 Oktober 2002 Sala  
Line

Tim Pelayanan Ambulans PMI

Pantang Salah dalam Memberikan Pertolongan

HARI masih pagi. Jalanan ramai dengan kesibukan pelajar yang akan bersekolah, juga para pegawai dan pekerja yang berangkat ke kantor maupun ke tempat kerjanya. Mendadak ada dua pejalan kaki ditabrak sepeda motor dari belakang.

Keduanya jatuh terkapar tak sadarkan diri. Demikian halnya dengan pengendara motor, juga bernasib sama, mengalami luka parah. Massa sertamerta mendatangi lokasi kejadian, dan ada yang menyampaikan informasi kecelakaan itu ke markas PMI Cabang Wonogiri lewat handphone.

Begitu dikontak, segera bergegaslah tim ambulance service PMI Cabang Wonogiri menuju tempat kejadian. Lengkap membawa beberapa personel korps sukarela (KSR) berikut peralataan untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK).

Raungan sirine ambulans segera meraung-raung, menyibak keramaian lalu lintas di jalan. Begitu tiba di lokasi kejadian, segera turun para tenaga KSR terlatih untuk menangani para korban. Ari, anggota KSR yang turun paling awal dari mobil ambulans, menghampiri korban pertama. Dia diidentifikasikan mengalami cedera leher dan pingsan.

Shock

Demikian halnya pada korban kedua yang ditangani anggota KSR, Hendik, diidentifikasikan juga mengalami patah tulang. Berikutnya, pengedara motor yang ikut terkapar di hamparan jalanan beraspal setelah menabrak dua pejalan kaki, mengalami shock dan tidak sadarkan diri. Sebagai korban ketiga, pengendara motor ini ditangani anggota KSR, Dewanto.

Dengan keterampilan mereka yang terlatih sebagai petugas PPPK, para anggota KSR yang lain segera datang membawa alat pengusung. Mereka tanpa canggung memberikan pertolongan pada kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Semua itu mereka peragakan dalam bentuk simulasi latihan. Meski hanya berupa simulasi, pertolongan yang mereka berikan, didasarkan teknik PPPK yang yang dipersyaratkan dalam aturan medis.

Sebab mereka sangat menyadari, manakala sampai ada kesalahan dalam memberikan pertolongan awal, justru akan memberatkan derita korban. Itu sangat disadari oleh regu terlatih KSR yang tergabung dalam tim ambulance service.

''Untuk terampil, kami harus rajin berlatih. Rela bermandikan keringat untuk berlatih, tapi pantang berbuat salah di saat memberikan pertolongan pertama,'' kata pimpinan KSR PMI Wonogiri, Warjo.

Uji keterampilan tim KSR ini, belakangan lebih diintensifkan latihannya. Terlebih lagi dalam rangka persiapan mengikuti jumbara daerah di Kabupaten Tegal yang rencananya dilaksanakan 14-18 Oktober 2002.

Peragaan simulasi pertolongan korban kecelakaan itu ditampilkan di halaman Kantor Bupati Wonogiri, belum lama ini.(Bambang Pur-14)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA