
| Selasa, 1 Oktober 2002 | Sala |
Mantan Putri Solo:Revitalisasi Kota Perlu
KEBINGUNGAN mencari taman kota untuk rekreasi keluarganya, membuat Dra Irawati Kusumaasri MSn merasa perlu angkat bicara mengenai revitalisasi Kota Solo yang saat ini tengah ramai dibicarakan. Menurut mantan Putri Solo pertama (1986) ini, sekarang sulit mencari taman kota di Solo. Lahan yang ada pohon rindang sudah habis. Setiap kali keluar rumah bersama keluarga untuk mencari tempat rekreasi, harus keluar kota. Maka ketika dirinya mendengar tentang adanya revitalisasi berbagai bagian kota, ibu dua anak ini langsung mengatakan pentingnya membuat taman kota. ''Masyarakat sekarang butuh tempat untuk sekadar melepaskan kepenatan bersama keluarganya,'' ujar mantan Putri Solo yang juga penari ini. Dan itu sangat penting untuk kebutuhan rohani bagi mereka. Revitalisasi kota jangan hanya mengejar nilai komersialnya saja, namun juga kebutuhan masyarakat. Jadi motivasi awal dari kegiatan tersebut harus mengedepankan kepentingan masyarakat. ''Jangan sampai semua ruang di Kota Solo dipakai untuk keperluan komersial,'' ujarnya. Bagi ibu dari Randy dan Nitya ini, satu hal terpenting dalam revitalisasi adalah menumbuhkan spirit di tempat tersebut. ''Jadi mestinya penekanannya bukan pada pembangunan prasarana fisik, tetapi bagaimana melalui penataan itu dapat menggugah semangat dari orang-orang yang ada di komunitasnya.'' Revitalisasi, tuturnya, harus dapat menghasilkan vitalitas baru yang lebih daripada yang lama. Kalau cuma sekadar mengubah material yang lama dengan yang baru, itu pekerjaan yang sia-sia. Perubahan dalam revitalisasi harus jelas, mana yang perlu diubah dan mana yang tetap dilestarikan. ''Tentunya ini menyangkut masalah nilai, simbol dan budaya yang ada pada masyarakat setempat,'' ujarnya. Dia juga berpendpaat, revitalisasi tidak boleh merusak peninggalan artefak budaya yang ada. Justru harus melestarikan peninggalan-peninggalan tersebut. Intinya dengan adanya revitalisasi tidak boleh merugikan salah satu pihak, apalagi rakyat kecil. Justru dengan revitalisasi, masyarakat harus mendapatkan keuntungan, paling tidak pemerintah dan masyarakat.(Wisnu Kisawa-74) | |||||