
| Selasa, 1 Oktober 2002 | Sala |
Saluran Air Ditutup Bangunan
MOJOSONGO - Sebagian warga RT 02 RW 23 Perumnas Mojosongo, Jebres, Solo, resah. Sebab saluran air yang terletak di sekitar permukimannya dan berujung di luar areal perumnas itu, ditutup pondasi bangunan milik seorang warga lain, Joko Suryono. ''Tanpa ditutup bangunan saja, setiap musim hujan daerah ini kebanjiran, apalagi sekarang salurannya ditutup, pasti genangan banjirnya saat hujan nanti lebih parah,'' kata Aris, warga setempat. Padahal, bulan depan sudah memasuki perhitungan musim penghujan, sehingga warga di daerah tersebut semakin khawatir. ''Sekitar setahun lalu, saluran itu juga pernah ditanggul tapi ambrol saat hujan. Ini kan bisa menunjukkan bahwa aliran airnya memang deras,'' tambahnya. Hal senada diungkapkan Ketua RT 02 RW 23, Sriyono. Menurutnya, persoalan tersebut sudah beberapa kali dikeluhkan warga melalui berbagai forum. Terakhir disampaikan dalam musyawarah di Kelurahan Mojosongo, beberapa hari lalu. ''Kami komplain kepada Perumnas, karena ternyata lahan yang ditutup bangunan perorangan itu, tak sekalian dibebaskan saat membangun perumahan. Padahal kami di sini kan tak hanya beli rumah tetapi juga kenyamanan lingkungan,'' katanya. Diserahkan Pemkot Dia menuturkan, masalah saluran air tersebut sebenarnya sudah lama menjadi keluhan warga RT-nya. Sebab saluran itu tanpa dilengkapi bangunan selokan yang representatif dan hanya berujung di pinggir daerah Perumnas. Padahal, lahan di ujung selokan itu milik warga perorangan di luar Perumnas. ''Repotnya, saat kami komplain ke Perumnas, dijawab kalau pengelolaan kawasan ini sudah diserahkan ke Pemkot. Jadi mestinya kini Pemkot memikirkan keluhan kami,'' dalihnya. Pemilik bangunan, Joko Suryono, tak bisa dimintai konfirmasi karena sedang pergi. Namun istrinya mengatakan, pihaknya sudah pernah membicarakan masalah saluran air itu dengan warga sekitar dan pihak Perumnas. ''Dulu, pihak Perumnas sudah menyanggupi akan mengganti tanah hak milik kami untuk selokan, lalu ditukar dengan lahan mereka yang masih kosong di sebelah rumah saya ini. Tapi molor-molor, sehingga suami saya memutuskan untuk menutup selokan dengan pondasi untuk meninggikan rumah kami. Sebab setiap tahun kami juga kebanjiran,'' ujarnya. Anggota DPRD Surakarta Budi Prayitno dan Drs Bambang Sugiatmadi yang melakukan kunjungan incognito bersama wartawan, kemarin mengatakan, akan membahas masalah itu. ''Adanya keluhan masyarakat ini, akan kami bicarakan di Komisi A. Mungkin dalam tindak lanjutnya nanti, kami akan undang pihak-pihak terkait seperti BPN, Dinas Tata Kota (DTK), serta pihak kelurahan dan kecamatan setempat,'' kata Budi. Dengan demikian, diharapkan dapat dicapai kejelasan serta solusi persoalan tersebut. Sebab menurutnya, jika pada musim hujan nanti saluran tetap ditutup bangunan, maka bisa membahayakan warga Perumnas karena ancaman banjir lebih tinggi.(D11-74) | |||||