logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 1 Oktober 2002 Olahraga  
Line

Liputan Asian Games Busan 2002

Tonton Gagal Persembahkan Medali

BUSAN- Disaksikan langsung Ketua Umum KONI Pusat Wismoyo Arismunandar dan Duta Besar Indonesia untuk Korsel Abdul Gani, Tonton Susanto gagal memenuhi harapan kontingen Indonesia. Atlet balap sepeda yang turun di nomor 48,4 km Individual Time Trial (ITT) putra itu hanya mampu finis di urutan keempat.

Wartawan Suara Merdeka Budi Nugraha melaporkan, pada nomor yang diikuti 15 pembalap tersebut, atlet-atlet asal tiga negara pecahan Uni Soviet menunjukkan dominasinya sebagai ''penguasa'' baru cabang balap sepeda dengan merebut tiga tempat terhormat.

Medali emas diraih pembalap Andrei Teteriouk dari Kazakhstan dengan catatan waktu satu jamm dua menit 11,05 detik, disusul Evgeny Vakker dari Kyrgistan (1:02.58,05) dan Sergey Krushevskiy dari Uzbekistan (1:03:03,41). Sementara Tonton yang berada di posisi keempat mencatat waktu 1:05:01,11 detik.

Catatan waktu tersebut sebenarnya lebih baik dari saingannya yang selama ini selalu diwaspadai, yaitu juara bertahan Ghader Mizbani (Iran) dan Wong Kam Po (Hong Kong).

Usai pertandingan, Tonton yang masih terengah-engah dan bersimbah peluh mengatakan, saat perlombaan dia tidak mendapat masalah, baik dari lintasan maupun tiupan angin yang sempat mengganggu pada saat latihan sebelumnya.

''Pembalap dari pecahan Uni Soviet itu berorientasi ke Eropa dan bukannya ke Asia. Jadi saya buta sama sekali dengan kekuatan mereka,'' kata Tonton yang sebelum bertanding mengaku menelepon keluarganya untuk minta doa restu, termasuk dari calon istrinya, Lenia.

Menurut Tonton, selama ini perhatiannya memang lebih banyak tertuju pada juara bertahan Rizbani (Iran) serta Wong Kam Po (Hong Kong) serta Kazuya Okazaki dari Jepang, karena memang para pembalap itulah yang sering dihadapinya selama ini.

''Lawan-lawan saya di Asian Games sebenarnya rekan-rekan sendiri karena kami sama-sama memperkuat Tim Telekom Malaysia di Tour de Langkawi,'' kata Tonton. ''Tapi, pembalap dari pecahan Uni Soviet ternyata tampil begitu mengejutkan dan mereka tidak terpantau selama ini,'' katanya.

Tonton menegaskan, ia tidak begitu kecewa dengan hasil yang diperolehnya karena ia selama ini sudah mempersiapkan diri secara maksimal dan kegagalan itu hanyalah takdir bagi dirinya. ''Usaha saya sudah maksimal dan saya masih punya harapan di nomor 200 km road race. Saya akan berusaha tampil lebih baik lagi''. Nomor road race 200 km akan dipertandingan 2 Oktober mendatang di lokasi yang sama.

Sementara itu pelatih Tonton, Didi Basuki Raharjo secara bercanda mengatakan pembalap asuhannya yang terbaik di Asia dan pantas mendapat emas. ''Seharusnya Tonton mendapat emas karena ia menempati peringkat pertama kawasan Asia, tiga pembalap medali itu kan selama ini masuk Eropa ketika masih bergabung dengan Uni Soviet,'' katanya sambil tertawa.

Juara bertahan Mizbani mengatakan kondisi di Busan sekarang ini tidak sama dengan di Bangkok pada Asian Games 1998. ''Kali ini saya merasakan persaingan yang lebih berat, terutama bila berhadapan dengan pembalap dari Kazakhstan, Uzbekistan dan Jepang,'' kata Mizbani yang harus puas berada di peringkat keenam dengan catatan waktu satu jam lima menit dan 38,39 detik, hanya terpaut seperdua puluh detik dengan Kayuza Okazaki dari Jepang yang berada di urutan kelima. (77)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA