logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 1 Oktober 2002 Berita Utama  
Line

Akbar Gusur Fahmi, Theo dan Marwah

Fahmi Idris Theo L Sambuaga Marwah Daud Ibrahim - SM/md

JAKARTA-Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung akan menggusur pihak-pihak yang memintanya mundur. Bahkan tiga ketua DPP yang selama ini menentang dan memintanya mundur, yakni Fahmi Idris, Theo L Sambuaga, dan Marwah Daud Ibrahim, juga tak luput dari ancaman akan digusur.

Akbar kepada wartawan di ruang kerjanya di Gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, Senin, membenarkan adanya kemungkinan itu. Namun, saat ini upaya menggusur tiga ketua DPP itu masih sebatas wacana. Mereka menentang dan meminta mundur, karena Akbar terkait dengan adanya vonis tiga tahun dari PN Jakarta Pusat atas kasus dana nonbujeter Bulog senilai Rp 40 miliar.

Alasan lain, lanjut dia, karena posisi Akbar akan membebani Partai Golkar. Bahkan Marwah Daud secara tegas meminta Akbar mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR RI dan menonaktifkan diri dari Ketua Umum Partai Golkar.

Marwah mengaku telah menyampaikan permintaan tersebut dalam pertemuan tertutup pengurus DPP di Jakarta beberapa waktu lalu. Permintaan itu, katanya, merupakan suara rakyat yang memilihnya di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Menurut Akbar, rencana pergantian tiga ketua DPP itu merupakan desakan internal Golkar, terutama kalangan mudanya. Desakan pergantian itu sebagai reaksi atas sikap ketiganya yang meminta Akbar mundur.

"Reaksi dari kalangan muda agar diambil tindakan terhadap tiga orang itu begitu kuat sebagai reaksi balik atas permintaan mundur mereka pada saya," ungkapnya.

Kalangan muda Golkar, kata Akbar, meminta ketiga ketua DPP tersebut digusur dari partai itu, karena dianggap sengaja menyampaikan informasi dalam rapat yang seharusnya tak dipublikasikan. Jika ada gerakan tertentu, mereka siap menghadapi.

Akbar mengatakan, permintaan agar dirinya mundur yang disampaikan ketiga orang itu sebenarnya wacana internal. Namun, yang terjadi ada penyampaian informasi internal itu ke publik.

Meski ada yang meminta saya mundur, baik dari jabatan Ketua DPR maupun Ketua Umum DPP Golkar, lebih besar jumlah pengurus DPP Golkar yang meminta saya tetap bertahan. "Jumlah mereka yang meminta saya mundur kecil," tandasnya. (tri-64k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA