
| Selasa, 1 Oktober 2002 | Berita Utama |
Lisa Raih Perunggu
BUSAN - Raema Lisa Rumbewas (22) meraih medali perunggu sekaligus medali pertama Indonesia dan memperbaiki rekor Asian Games dalam even angkat besi Asian Games XIV di Ruang Gymnasium Universitas Pukyong, Busan, Senin petang. Zhuo Li (Cina) dan Thi Win Kay (Myanmar) yang meraih medali emas dan perak angkatannya menyamai rekor dunia. Rekan Lisa, Rosmainar yang turun di kelas sama, hanya menempati urutan keenam dengan angkatan snatch 77,5 kg dan clean & jerk 100 kg dengan total angkatan 177,5 kg. Pada cabang angkat besi, wartawan Suara Merdeka Budi Nugraha dan Wagiman melaporkan, Indonesia masih akan menurunkan atlet Erwin Abdullah (69 kg), Jadi Setiadi dan Tanti Pratiwi. Lisa yang turun di kategori 48 kg, melakukan angkatan snatch 85 kg dan clean & jerk 110 kg, sehingga total angkatannya 195 kg. Zhuo Li mengangkat barbel 90 kg untuk angkatan snatch dan clean & jerk 110 kg. Thi Win melakukan angkatan sama untuk snatch dan clean & jerk. Kedua atlet itu membukukan angkatan total yang sama 200 kg. Keduanya menyamai rekor dunia (200 kg), sedangkan Lisa memperbaiki rekor Asian Games untuk kedua jenis angkatan dan total. Rekor dunia untuk angkatan snatch adalah 90 kg, angkatan clean&jerk 115 kg dan total 200 kg. Rekor Kejuaraan Asia untuk snatch 87,5 kg, clean & jerk 113 kg dan total 197,5 kg. Rekor Asian Games untuk angkatan snatch 83,5 kg, angkatan clean & jerk 105 kg dan total 187,5 kg. Sudah Maksimal Lisa, kelahiran Jayapura, 10 September 1980, seusai menerima medali perunggu bersama dua atlet urutan atasnya, langsung dibawa ke ruang lain untuk diambil urinenya untuk pemeriksaan doping. Setelah pengambilan contoh urine itu, Lisa mengatakan kepada wartawan, dirinya sudah berusaha maksimal. "Tidak ada yang salah, karena saya sudah berusaha maksimal. Saya yakin dapat mengangkat barbel itu pada angkatan terakhir dan saya memang mengangkatnya, tapi entah mengapa posisi kaki saya seperti kurang seimbang," kata Lisa dengan wajah sedih dan kaku. "Apakah Lisa sedih dan menyesal?" tanya wartawan. "Saya tidak kecewa dan sedih, karena saya sudah berusaha maksimal," jawab Lisa. "Kalau begitu mengapa kelihatan amat sedih?" Lisa, peraih, medali perak di Olimpiade Sydney kemudian tertawa saat diserbu wartawan Indonesia. Ketika itu dia tengah menunggu giliran memasuki ruang wawancara yang pada umumnya dilakukan atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu. Dalam adu kekuatan angkat barbel di gedung yang dipenuhi penonton, termasuk Ketua Umum KONI Wismoyo Arismunandar dan Ketua Tim Indonesia Rudolf Warrouw dan wakilnya IGK Manila dan Imron ZS, Lisa gagal melakukan angkatan ketiga seberat 90 kg, sehingga angkatan snatch itu dihitung pada angkatan kedua (85 kg). Pada angkatan clean & jerk dia gagal pada angkatan ketiga (115 kg). Angkatan Lisa untuk jenis clean & jerk itu (110 kg) sama dengan angkatan Zhuo Li dan Thi Win Kay. Nmaun, kedua saingannya itu mampu mengangkat 90 kg pada angkatan snatch, sedangkan Lisa gagal. "Ini medali kita pertama, bersyukurlah, karena baru ini yang kita dapat. Lisa sudah berusaha keras, tapi ternyata lawan lebih kuat," kata Imron ketika akan meninggalkan gedung pertandingan yang dijaga ketat itu. Tidak Kecewa Ibunda Lisa, Ida Aldanida Korwa dan ayahandanya, Levinus Rumbewas, tampak berpelukan. Ida mengeluarkan air mata ketika wartawan meminta komentarnya. "Saya tidak kecewa, karena dia sudah berusaha keras. Yang saya kecewakan, dia gagal mempersembahkan medali emas pada negara," kata Ida sembari menyandar ke dinding saat menunggu putrinya keluar dari ruangan pengambilan urine untuk tes doping. "Saya kira Lisa tidak memiliki beban. Harapan meraih medali ditumpukan kepadanya dan dia hanya mampu memberikan perunggu," kata ibu Lisa sembari menyeka air matanya. P Tarigan, hakim wanita asal Indonesia yang turun bertugas dalam lomba di kelas 48 kg yang diikuti 12 atlet putri itu, hanya mengatakan, Lisa sudah berusaha kuat. Namun, usahanya itu "sudah pas", karena lawan ternyata lebih siap dan lebih kuat. Manajer tim angkat besi Indonesia Gandrung mengatakan, Lisa sudah amat berani menambah angkatannya. Memang itu harus dia lakukan, karena lawan sudah meminta angkatan barbel yang lebih berat. "Tidak ada yang salah lagi. Itu hasil maksimal," kata Gandrung dengan menambahkan, sekitar Juli 2002, Lisa pernah mengangkat total 197,5 kg dalam latihan di Hall B Senayan. "Namun, itu kan latihan, beda dari pertandingan sesungguhnya," katanya. Sementara itu, pelatih Lukman menuturkan, angkatan ketiga Lisa untuk snatch memang harus mengimbangi lawan yang sudah meminta angkatan 85 kg. Lisa memintanya pada angkatan kedua. Namun, Zhuo Li sudah meminta angkatan 87,5 pada angkatan kedua dan dia berhasil melakukannya. "Jadi tidak ada yang salah. Lisa sudah yakin mampu mengangkatnya, sehingga angkatan itu memang harus menyamai atau melebihi lawan," kata Lukman, pelatih asal Kalimantan Selatan yang mendampingi atlet itu bersama pelatih Julien Stella Lasut asal Sulawesi Utara. (ant,57e) | |||||