logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 1 Oktober 2002 Berita Utama  
Line

12.158 Ton Gula Impor Masuk Jateng

SEMARANG-Meski sudah ada larangan impor gula dan protes dari para petani dan buruh pabrik gula, ternyata kenyataan di lapangan gula asal mancanegara tetap saja membanjiri pasaran di Jateng. ''Kondisi ini benar-benar memprihatinkan, apalagi kini gula impor masuk ke Jateng melalui jalan darat. Biasanya diangkut dengan truk pada malam hari sekitar pukul 19.00-21.00,'' kata Sekretaris FPG Drs Sutoyo Abadi kepada wartawan, kemarin.

Dari hasil pengamatan selama dua hari di Jembatan Timbang Brebes, gula impor itu diangkut dengan truk. Pihak DLLAJ tidak bisa berbuat apa-apa, sebab memang tidak memiliki kewenangan melarang gula impor masuk.

Sesuai dengan Keputusan Menperindag RI Nomor 643/MPP/Kep/9/2002 tertanggal 23 September, dalam Pasal 7 (1) dinyatakan, gula kristal putih hanya dapat diimpor apabila harga gula kristal putih di tingkat petani mencapai Rp 3.100/kg. Adapun gula kasar (raw sugar) sudah dilarang diimpor, sebab SK Menperindag Nomor 456/MPP/Kep/6/2002 sudah dicabut.

''Ini memang dilematis, mestinya DLLAJ juga diberi kewenangan ikut mengontrol masuknya gula impor, khususnya jenis raw sugar,'' katanya.

Berdasarkan data pada bulan Juni di Jembatan Timbang Tanjung (Brebes), jumlah kendaraan yang masuk 252 unit, mengangkut gula impor 6.223 ton dan gula lokal 251 ton. Bulan Juli, dari jumlah kendaraan 96 unit, mengangkut gula impor 1.522 ton dan gula lokal 628 ton. Pada Agustus jumlah kendaraan 155 unit, mengangkut gula impor 4.413 ton dan gula lokal 467 ton. ''Kalau dijumlah mencapai 12.158 ton. Tetapi data bulan September belum masuk, karena masih diaudit. Jadi, bisa saja berubah,'' jelasnya.

Bawang Merah

Dalam kunjungan kerja Komisi B DPRD Jateng ke Tegal, Slawi, dan Brebes itu mereka menemukan sejumlah kendala yang dialami para petani bawang merah. Apalagi akhir-akhir ini bawang merah dari luar negeri banyak yang masuk ke Brebes. Ironisnya, bawang merah itu kemudian dikemas berlabel Brebes untuk kemudian dijual ke Jakarta. ''Tidak hanya itu, penggunaan pupuk organik mutlak harus diikuti pemurnian bibitnya. Kalau tidak, hasil panen tidak maksimal dan tanaman rentang terserang penyakit,'' ungkapnya.

Ketika rombongan mengunjungi lahan tanaman bawang putih di Desa Togel, Bumijawa, Slawi, mendapat penjelasan dari petani bahwa produksi bawang putih semakin menurun. Bahkan saat ini sekitar 1.000 ha lahan bawang putih sudah hilang. ''Para petani jenuh menanam bawang putih, sebab hasilnya tidak maksimal dan sering terserang penyakit,'' kata Sutoyo.

Dari Surabaya juga dilaporkan, 72 kontainer gula impor sejak kemarin dibongkar di Pelabuhan Tanjung Perak. "Temuan kami, ada 72 kontainer gula impor sampai tadi malam dibongkar di Pelabuhan Tanjung Perak," ujar Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jatim Arum Sabil kepada wartawan usai bertemu dengan Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemprov Jatim Alex Amirullah di Surabaya, Senin siang kemarin.

Dia menambahkan, kemungkinan gula impor tersebut akan dipasarkan di Jatim. Jika itu benar terjadi, maka tata niaga gula di Jatim makin amburadul dan gula petani yang kini tersimpan di gudang tak akan terserap pasar.

Presiden Megawati Soekarnoputri menyatakan heran gula impor masih mengalir ke pasar dalam negeri. Padahal, dia telah memerintah Menperindag Rini Suwandi untuk menghentikan impor kebutuhan pokok tersebut.

''Saya pernah bilang kepada Ibu Rini untuk menyetop impor gula. Namun, kemudian ada yang ribut kita kekurangan gula,'' kata Presiden.

Dalam sambutannya ketika membuka Konvensi Nasional Standardisasi di Istana Negara, Senin, Mega mengatakan, impor gula itu masuk seperti air mengalir. Dia mengemukakan, masyarakat seharusnya berusaha menggunakan produk dalam negeri, sehingga bisa menekan impor berbagai produk. (D14,A20, ro-64ke)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA