logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 1 Oktober 2002 Berita Utama  
Line

Penembakan di Dekat Istana, Tiga Tewas

  • Tiga Lainnya Luka-luka
KORBAN PENEMBAKAN: Tiga jenazah korban penembakan di Jalan Juanda, Jakarta Pusat, dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Ketiga jenazah itu selanjutnya diautopsi. (Foto:Suara Merdeka/rtr-55e)

JAKARTA - Tiga orang tewas, dan tiga yang lain luka akibat tembakan orang tak dikenal, di Jalan Juanda, Jakarta Pusat, dekat Istana Negara, Senin kemarin. Ketiga korban tewas adalah seorang sopir Bambang Agus (24), tukang parkir Solihin (47), dan karyawan PT Global Putra Internasional (GPI) Mochtar. Korban luka bernama Adi Rejono, Heryana, dan Ibnu ST. Mereka dirawat di RS Husada Mangga Besar.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Edmon Ilyas menyebutkan, keenam korban itu ditembak oleh empat orang yang mengendarai dua sepeda motor, sekitar pukul 11.30 WIB.

''Satu jam sebelum itu terjadi keributan di tempat parkir depan PT GPI,'' katanya.

Edmon, korban luka, belum dapat memastikan penembakan itu terjadi akibat keributan di tempat parkir itu. Polisi menerjunkan tim Puslabfor untuk menyelidiki kejadian tersebut, dan menemukan tiga proyektil peluru.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Makbul Padmanagara yang ditemui di Istana Negara, mmenyebutkan, ''Saya belum tahu apakah itu perampokan atau bukan. Namun, fakta di lapangan memang terjadi penembakan,'' jelasnya.

Soal penembakan itu terjadi di dekat Istana Negara, Kapolda menyatakan, pihaknya masih terus menyelidiki dan menganalisis kasus itu. ''Kami masih menganalisis mengapa itu terjadi,'' tuturnya.

Senggol Mobil

Informasi dari lapangan menyebutkan, kejadian di areal kantor PT GPI itu berlangsung singkat dan cepat. Penembakan diduga dilakukan empat orang yang mengendarai motor Honda dan Yamaha RX King. Darah dan proyektil ditemukan di tiga titik, yaitu di warung kopi di depan kantor Zhonghai Indoshipping, di depan kantor Komindo, dan di kaca kantor PT Surya Kemas Pratama.

Menurut Aman, pemilik warung rokok di depan PT Surya, kejadian bermula dari pertengkaran masalah parkir. Tukang parkir Solihin diduga berselisih dengan seseorang setelah dia mendorong sebuah mobil dan menyenggol mobil orang itu. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 10.45 WIB.

Namun, pertengkaran itu dapat dilerai oleh seorang sopir Bambang, lalu orang tersebut pergi. Sekitar 30 menit kemudian, dua motor datang dari sebuah gang di Jalan Juanda III dan tanpa basa-basi menembak Solihin dan Bambang yang tengah duduk di warung kopi. Mendengar tembakan tersebut, warga berteriak, sehingga pelaku menembak membabi buta, tanpa arah dan mengenai korban lain.

Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal Polisi Da'i Bachtiar menyatakan, pihaknya belum mengetahui motif penembakan itu.

''Saat ini masih dalam penyelidikan Polda Metro Jaya. Kami belum mengetahui secara persis motifnya. Kami menduga perampokan, tetapi masih perlu diselidiki lebih lanjut,'' katanya kepada pers seusai menghadiri pelantikan 20 duta besar berkuasa penuh Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, Senin kemarin. (bu-29e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA