logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Sala  
Line

Lumba-lumba pun Bisa Grogi

PERTUNJUKAN lumba-lumba selalu menarik bagi anak-anak. Sayang, jika untuk menyaksikan mamalia itu beraksi anak-anak harus pergi ke Ancol, Jakarta. Itu jelas membutuhkan waktu khusus. Apalagi jaraknya jauh dan biayanya mahal bagi anak-anak di luar DKI.

Namun kini anak-anak Klaten dan sekitarnya bisa menyaksikan lumba-lumba di GOR Gelarsena Klaten mulai Sabtu (21/9) ini. Aga Enterprise akan mengadakan pertunjukan lumba-lumba dan aneka satwa hingga Oktober.

Di kolam sedalam 2 m dan diameter 10 m, Roban dan Venus akan memperagakan aneka gerakan lucu. Yakni, menari, membawa bola, berhitung, main basket, dan melompati lingkaran api.

Selain pintar, lumba-lumba juga sering grogi bila hendak unjuk kebolehan di depan penonton. Karena itu perlu penyesuaian dengan latihan ringan sebelum tampil.

Penyesuaian

''Pertunjukan dimulai 21 September. Saya minta waktu seminggu untuk penyesuaian agar ia tak grogi saat dilihat penonton. Soalnya kadang ikan-ikan ini grogi juga,'' kata Denny Charso (50), pelatih senior sekaligus pemilik Roban dan Venus.

Dia menuturkan Roban dan Venus ditangkap di perairan utara Tegal, Jateng, tiga tahun silam dengan izin Menteri Kehutanan (waktu itu belum ada Menteri Kelautan). Setelah penangkapan perlu waktu tiga bulan penyesuaian sebelum dilatih.

''Di alam bebas lumba-lumba suka menari. Itu kami kembangkan dengan alat. Semula kami beri bola, tetapi ia takut. Jadi harus kami latih dengan telaten dan kasih sayang,'' ujar Denny, yang 26 tahun bekerja di Gelandang Samudra Jaya Ancol.

Setelah dilatih dua tahun, baru mamalia seberat 85 kg dan panjang 190 cm itu bisa tampil di depan penonton. Kini Roban dan Venus telah berusia 6-7 tahun. Keduanya terbiasa menghadapi penonton dan unjuk kebolehan. Dalam sehari kedua ikan itu akan beratraksi empat kali.

''Pokoknya dalam melatih kami harus sabar dan telaten. Pertama, kami biasakan dengan peluit. Pokoknya setiap peluit bunyi, berarti hadiah makan (ikan),'' kata Denny.

Seno Budiarso dari Aga Ebterprise mengatakan, dalam pertunjukan juga ada penampilan kepandaian linsang dan burung kakatua menuruti instruksi pelatih. Ada pula pesan dalam pertunjukan, misalnya linsang bisa mengambil sampah dan memasukkannya ke tempat sampah. (Merawati Sunantri-17g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA