
| Sabtu, 21 September 2002 | Sala |
Stadion Sonolayu Dibangun BertahapBOYOLALI- Keinginan warga kota Boyolali khususnya pecinta olahraga untuk memiliki stadion yang reprsentatif, terpaksa tertunda. Pasalnya, pembangunan Stadion Sonolayu dilakukan secara bertahap. ''Untuk tahap pertama akan dibangun pagar dengan biaya sekitar Rp 298 juta dari APBD,'' kata Ketua DPRD Miyono, Selasa (17/9). Ketua Dewan adalah orang yang kali pertama mempunyai gagasan membangun kembali stadion. Pertimbangannya, selama 10 tahun stadion tersebut mangkrak dan Boyolali belum mempunyai stadion yang memenuhi standar nasional. ''Saya memang getol memperjuangkan agar stadion dibangun kembali,'' ujar Miyono. Dia mengatakan, untuk membangun stadion yang apik dan layak untuk pertandingan sepakbola bertaraf nasional diperlukan biaya sekitar Rp 4 miliar. Dana sebesar itu diperuntukan bagi membangun pagar, kamar wasit, ruang ganti pakaian, dan sarana lainnya. Namun, dalam perkembangannya anggaran untuk membangun kembali stadion sangat terbatas. ''Kami tidak bisa berbuat banyak kalau dananya memang belum ada,'' tandasnya. Stadion Sonolayu yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan itu, dibangun saat Bupati Boyolali dijabat oleh HM Hasbi. Namun, baru 30 % dihentikan karena keterbatasan anggaran. Pembangunan baru meliputi tribune dan pagar separo lapangan. Disesalkan Pada rapat koordinasi antarpimpinan (rakorpim) Dewan yang dihadiri unsur pimpinan fraksi, komisi dan kepala dinas/badan terkait awal Juni lalu, sudah dicapai kesepakatan. Antara lain, sepakat meneruskan kembali pembangunan stadion, mengacu skala prioritas atau mendahulukan pembangunan fisik stadion. Juga dipikirkan ulang nama Stadion Sonolayu. Salah seorang pengurus Sekolah Sepak Bola (SSB) Toni Handoko menyesalkan pembangunan stadion yang berkesan tidak sungguh-sungguh. Kalau pemerintah mempunyai niat, semestinya dibangun secara serentak. Minimal, tribune dan lapangan. ''Kalau hanya pagar yang didahulukan, tak ada gunanya. Para pecinta sepakbola tetap kesulitan mencari lapangan sebelum dibangun secara serentak,'' katanya. (shj-73k) |