logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Sala  
Line

Atap Runtuh, 111 Murid SD Masuk Bergilir

WONOGIRI-Atap gedung SD Glinggang 2 Kecamatan Pracimantoro (sekitar 40 kilometer arah barat daya kota Wonogiri) runtuh, setelah kerangka pada kuda-kuda kayu ambrol karena dimakan rayap. Akibatnya, 111 murid SD itu masuk secara bergilir.

''Sebagian masuk pagi hari, dan sisanya masuk siang secara bergiliran,'' kata Camat Pracimantoro Sutatmo BA, Jumat kemarin (20/9). Menurut dia, gedung sekolah itu merupakan bangunan SD Inpres tahun 1976, yang belum pernah dipugar. Kerusakan pada awalnya hanya terjadi pada satu lokal. Tetapi ketika terjadi runtuh, lokal-lokal lain yang sederet ikut rusak.

Sebelumnya, sekitar 120 murid SD Jatisari 1 Kecamatan Jatisrono ramai-ramai pindah, setelah diketahui empat lokal kelas nyaris roboh. Temboknya rapuh, retak-retak dan bolong di beberapa tempat serta rawan ambrol.

Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Wonogiri Sardi Djoko Praptopo SE mendesak Pemkab segera memugar gedung-gedung SD yang rusak. Terutama pada gedung-gedung SD yang masih memiliki potensi murid yang banyak. Apalagi kasus kerusakan gedung sekolah yang parah ini, telah dilaporkan oleh sekolah ke Kepala Dinas Pendidikan Cabang Jatisrono Drs Tarmanto. Laporan itu selanjutnya diteruskan ke Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Drs Roeswardiyatmo.

Drs Triyanto Hery Suryono dan Tulus Premana Edi dari Komite Pendidikan Kabupaten Wonogiri dihubuhngi terpisah mengatakan, gedung SD Jatisari itu mengalami rusak parah. Karena dihantui ketakutan sewaku-waktu dapat roboh, para guru dan murid-muridnya dipindahkan ke lokal lain dan memanfaatkan ruangan kantor untuk lokal kelas. Perpindahan ini mengundang risiko para murid harus masuk secara bergilir, pagi dan siang.

832 Gedung SD

Di Wonogiri, kata Kepala Dinas Pendidikan Drs Roeswardiyatmo, ada 832 gedung SD negeri, tujuh SD swasta, serta madrasah ibtidaiyah (MI) negeri dan 40 gedung MI swasta. Dengan adanya penggabungan SD yang cenderung kehabisan murid, pada tahun 2001 lalu terjadi penyusutan 29 SD. Kemudian pada tahun 2002, menyusut lagi 11 gedung, dan pada tahun 2003 mendatang diusulkan lagi penyusutan sembilan SD.

Juga terdapat ratusan gedung SD yang mengalami rusak parah. Terutamanya pada gedung-gedung SD Inpres yang pembangunannya pernah dilakukan hampir serentak pada era tahun 1970-an dan 1980-an. Tetapi karena keterbatasan dana, untuk memugarnya tidak mungkin dapat dilakukan serentak, harus secara bertahap.

Tahun 2002 diajukan dana rehab gedung untuk 35 SD/MI Rp 1,7 miliar. Kemudian pada perubahan APBD 2002 diajukan lagi anggaran rehab untuk 16 unit gedung SD negeri/swasta dengan alokasi dana Rp 645 juta. Pada rancangan APBD tahun 2003 kelak, juga akan diajukan lagi rehab gedung 60 SD/MI lagi.(P27-14k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA