logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Sala  
Line

TERAS

Tak Sembarang Orang Boleh Donor

BANYAK orang yang takut mendonorkan darahnya. Sebaliknya, yang berani belum tentu bisa menyumbangkan darahnya. Sebab, tidak sembarang orang boleh mendonor. Palang Merah Indonesia menyeleksi ketat calon pendonor agar darah yang disumbangkan tidak tercemar virus. Berikut penuturan Ketua Pengurus PMI Cabang Klaten H Wagiyono SIP yang telah 53 kali menyumbang darah.

Apa syarat menjadi pendonor?

Untuk dapat mendonorkan darahnya, orang harus sehat, tekanan darahnya normal, dan tidak ada virus berbahaya yang terkandung dalam darah. Dia juga tidak menderita suatu penyakit.

Mengapa?

Kalau pendonor menderita penyakit tertentu, dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan pendonor. Contohnya saya, oleh dokter saya tidak boleh menyumbang darah sejak terkena jantung koroner. Kadang saya malu ngopyaki wong kon donor (menyuruh orang donor), tapi saya yang Ketua PMI malah nggak boleh.

Virus apa saja yang diwaspadai?

Virus hepatitis B dan C yang belum ada obatnya, virus penyakit kelamin seperti sipilis dan GO, serta penyakit yang sangat ditakuti saat ini, HIV/AIDS.

Seleksinya bagaimana?

Calon donor akan dites dulu sebelum diambil darahnya, tekanan darahnya diukur kalau tinggi atau rendah tidak boleh mendonor, begitu pula kadar HB-nya (hemoglobin), dan lain-lain. Setelah darah diambil pun masih dites dengan reagen untuk memastikan darah itu bebas dari virus.

Bila tercemar virus?

Kalau sudah pasti tercemar, ya tidak ada jalan lain kecuali dibuang agar tidak menular pada penerima darah. Bahkan, darah yang sudah lewat masa berlaku (kedaluwarsa) pun harus dibuang. Kami menggunakan jasa pengolahan limbah RS dengan membayar per kilogram darah yang diolah.

Apakah sudah ditemukan kasus HIV di Klaten?

Sampai saat ini belum, kalaupun ada darah yang kita curigai mengandung virus HIV (setelah diperiksa dengan reagen), masih akan dikirim ke Jakarta ke RS Cipto Mangunkusumo untuk pemastian. Bila nanti terbukti positif, pendonor akan kami panggil untuk diberi pembinaan agar dia tidak minder atau tertekan. (Merawati Sunantri-73c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA