logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Sala  
Line

Dua Siswa SD Solo Wakili Jateng ke Tingkat Nasional

WAKIL JATENG: Pranata Wibawa Sanjaya dan Niken Parahita Nugraheni, kedua siswa SD asal Solo ini akan mewakili Jateng dalam Lomba Matematika dan Bahasa Indonesia Tingkat Nasional. (Foto: Suara Merdeka/ae-73)

SOLO pantas berbangga hati. Dua siswa SD asal kota ini, akan mewakili Provinsi Jateng pada lomba mata pelajaran SD tingkat nasional di Jakarta 25 Oktober mendatang. Keduanya adalah Pranata Wibawa Sanjaya dari SD Kanisius Keprabon II dan Niken Parahita Nugraheni dari SD Marsudirini Keprabon.

Sebelumnya, masing-masing berhasil meraih juara pertama tingkat Jateng untuk lomba bidang studi Matematika dan Bahasa Indonesia yang digelar di Asrama Haji Donohudan Boyolali, baru-baru ini.

''Inginnya sih, saya bisa jadi juara pertama lagi seperti pada tingkat provinsi,'' kata Pranata, siswa kelas VI SD Kanisius Keprabon II kepada Suara Merdeka, Jumat (20/9).

Putra pertama pasangan Herminto Sanjaya dan Leliana Lesmana ini terbilang istimewa. Dari hasil akumulasi nilai lomba mata pelajaran Matematika, dia berhasil meraih nilai 637,50. Terang saja jumlah itu terpaut jauh dengan pemenang kedua, yang hanya berhasil meraih angka 257,22.

''Selain tepat dalam menjawab, kecepatannya juga luar biasa. Jadi ketika saingannya sedang berpikir, dia sudah mampu menemukan jawabannya,'' tutur Suryo Asri Spd, guru Matematika sekaligus pembimbing Pratama.

Keunggulannya pada bidang studi Matematika, telah terlihat sejak kelas III SD. Saat tes, nilai yang diperoleh tak pernah kurang dari 10. Tak mengherankan bila dia tak pernah lolos dari 3 besar di kelasnya. ''Tapi di rapor, saya hanya berani memberi dia nilai sembilan,'' kata Suryo.

Tak hanya Matematika, bocah yang bercita-cita menjadi dokter ini mengaku menyukai seluruh mata pelajaran. Berbagai les dia ikuti untuk mendukung kemampuan akademiknya. Mulai dari Bahasa Inggris, Matematika dan seluruh mata pelajaran lainnya. ''Saya juga senang musik, makanya saya juga ikut les musik.''

Namun untuk sementara waktu, sembari mempersiapkan lomba matematika tingkat nasional, dia hanya memfokuskan diri pada mata pelajaran matematika. Tak tanggung-tanggung, minimal tiga jam sehari dia habiskan hanya berkutat dengan angka-angka. ''Setiap hari, dia saya beri soal untuk latihan. Saya tekankan, minimal 50 soal harus dia selesaikan.''

Bocah yang hobi membaca inipun, tampaknya tidak menganggap hal ini sebagai beban. Bagi dia, berlatih Matematika merupakan satu kegiatan yang sangat mengasyikkan. ''Saya nggak capek belajar matematika. Rasanya seperti membaca buku cerita kesukaan saya.''

Persiapan serupa kini juga tengah dilakukan Niken Parahita Nugraheni, peraih juara pertama lomba Bahasa Indonesia se-Jateng. Putri kedua pasangan Nurwanta Triwibawa dan Titik Wahyuni ini harus memperbanyak referensi bacaannya. Dia juga terus berlatih menulis dan mengarang, selain mematangkan kemampuan retorika.

Serentetan tes yang dia ikuti, tampaknya memang tak bisa dibilang ringan. ''Saya harus mampu membaca gambar, untuk diceritakan secara lisan, membaca puisi dan pidato hasil karangan saya.''

Gadis manis kelahiran Solo 13 Desember 1990 ini mengaku kesulitan saat melewati tes dikte. ''Saya harus menulis apa yang dikatakan pemberi materi, yang hanya diucapkan sekali. Padahal, kalimatnya panjang banget,'' tutur dia menceritakan kenangannya saat mengikuti lomba tingkat Provinsi Jateng.

Maria Subekti, guru mata pelajaran sekaligus pembimbing Niken mengatakan, kemampuan bahasa siswa kelas VI SD Marsudirini ini memang cukup menonjol. Saat ini pun, dia secara rutin memberikan soal-soal bahasa Indonesia sebagai persiapan lomba di Jakarta 25 Oktober mendatang.

''Saya ingin menang, seperti kakak saya. Dulu dia menang nomor dua tingkat nasional untuk mata pelajaran ini,'' harap gadis yang senang menari ini. (Anie R Rosyidah-73)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA