logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Sala  
Line

Bersama Arthur Ada Kebanggaan

MUSIK adalah bidang yang ditekuni sejak kecil. Dia pun sudah mereguk sukses meski masih di tlatah Solo. Penampilannya bersama Misty Band, saat mendampingi musikus kondang Arthur Kaunang di Hotel Quality Solo, cukup memesona. Permainan flute-nya mendayu-dayu.

''Tak banyak pemain flute wanita di Indonesia ini,'' puji Arthur saat itu.

Wening Damayanti, begitu dia disapa, hanya tersenyum seraya pipinya memerah dadu. Ada kebanggaan bisa berkesempatan sepanggung dengan musikus kondang. Namun, bukan itu saja prestasinya. Dia pernah mengiringi acara rohani Kristen di Stasiun TV Indosiar. Dia pula satu-satunya pemusik cewek yang mendapat kesempatan untuk itu.

Gadis cantik berusia 22 tahun tersebut punya seabreg kegiatan, yang kebanyakan memang berhubungan dengan dunia musik. Selain bersama Misty, juga tergabung dalam Band Gereja Voice of Worshiper yang telah menghasilkan satu album berjudul Pergilah. Dia juga menekuni dunia broadcast dengan menjadi penyiar di salah satu radio di Solo, dan masih banyak kegiatan yang lain.

Alat musik yang dia kuasai bukan hanya flute. Dia mahir bermain organ, keyboard, gitar dan biola.

Bahkan juga memperdalam belajar bas secara khusus di Bandung. ''Saya ingin konsisten di jazz. Jazz memang belum banyak penggemarnya di Solo, tapi saya sudah sering membawakan lagu light jazz jika manggung,'' tuturnya sambil tersenyum.

Putri Pendeta Doddy D Prasodjo itu kini duduk di semester IX Fak Sastra Indonesia UNS 11 Maret. Di tengah kesibukannya menyelesaikan skripsi, dia juga sibuk menerima order main di acara khusus seperti pernikahan atau ulang tahun. Tentu saja bersama bandnya.

Bahkan, kini dia mencoba mencipta lagu sendiri. Pendidikannya sedikit banyak membantunya dalam mencipta lagu. Tentu saja dibarengi dengan kepiawaian dia menyusun nada untuk mengiringi lirik lagu. ''Sudah ada beberapa lagu ciptaan saya. Sebagian sudah direkam dalam album rohani milik Voice of Worshiper,'' katanya

Meski penampilan Wening sedikit tomboi dengan rambut cepaknya, tutur bahasanya halus mencerminkan dia memang memiliki jiwa bening. Penampilannya juga bersahaja dan alami. Saat berada di panggung pun dia tetap menjaga penampilannya dengan pakaian sopan.

Wening tampaknya tak hanya sekadar nama, tetapi juga jadi falsafah hidupnya. Aktivis gereja ini memang tidak neka-neka meski banyak prestasinya.

Rencana ke depan dia ingin memperdalam musik di Jakarta. Sekaligus mencoba mulai terjun ke jalur profesional. Di Jakarta kesempatan berkarier di bidang entertainment lebih terbuka.(Evie Kusnindya-42k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA