logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Sala  
Line

Tahun 2020 PDAM Siap Layani 98.000 Pelanggan

SOLO-Ditengah-tengah gencarnya keluhan dan kritikan terhadap pelayanan air bersih, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo terus berusaha meningkatkan kinerjanya dan berusaha memenuhi kebutuhan pelanggannya.

Diprogramkan sampai tahun 2020 perusahaan itu berusaha melayani 70 persen dari jumlah penduduk Kota Surakarta dengan jumlah pelanggan 98.000 sambungan rumah (SR). Jumlah pelanggan sebanyak itu akan dapat dilayani dengan kapasitas produksi air sebanyak 1.880 liter/detik dengan tingkat kehilangan 20 persen.

Hal itu diungkapkan Direktur Teknik Ir Soemedi Wasisto SH dalam kuliah perdana program studi Ilmu Lingkungan Pascasarjana UNS, kemarin. ''Angka-angka itu merupakan pengembangan jangka panjang PDAM Surakarta 2001-2020 sesuai hasil studi Water Supply Master Plan Greater Surakarta,'' katanya.

Sampai saat ini kapasitas produksi PDAM sekitar 800 liter/detik yang diambil dari mata air Cokrotulung dan 17 sumur dalam. Penambahan kapasitas sebanyak 1000 liter/detik diprogramkan dengan mengambil air baku dari mata air Gunung Merapi 200 liter/detik, mata air Gunung Lawu (400 liter/detik) dan Dam Colomulur (400 liter/detik). Selain itu PDAM akan mengolah air Bengawan Solo sekitar 40 liter/detik.

Penambahan Kapasitas

''Penambahan kapasitas produksi itu merupakan program jangka menengah dan panjang, lewat penjajakan kerja sama dengan kabupaten sekitar Solo yang memiliki sumber air. Untuk Kabupaten Boyolali (mata air Kendat dan sekitarnya), Karanganyar memanfaatkan mata air Gunung Lawu (Watu Pawon, Cobor dan Sikempong) dan Kabupaten Sukoharjo dari Dam Colo serta Waduk Mulur,'' lanjutnya.

Dikatakan, kondisi sampai Juni 2002 cakupan pelayanan mencapai 53,26 persen, tingkat kehilangan 29,72 persen, jumlah pelanggan 49.228 SR dan kapasitas produksi 774.40 liter/detik. Dari kondisi seperti itu PDAM mengalami kekurangan kapasitas produksi sebanyak 47 liter/detik dengan asumsi pemakaian rata-rata 125 liter/detik.

''Untuk kawasan Solo bagian utara, kapasitas 10 sumur dalam yang melayaninya, mengalami penurunan debit air yang relatif besar. Akibatnya layanan di kawasan itu belum memadai. Tekanan air Cokrotulung yang melayani kawasan selatan mengalami penurunan. Sementara untuk kawasan timur, yang dilayani lima sumur dalam dirasakan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.''(sri-42)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA