
| Sabtu, 21 September 2002 | Ragam |
Ingin Payudara Montok? Gunakan JaheRAMUAN obat tradisional yang berasal dari tumbuh-tumbuhan sudah dikenal sejak lama dan hingga kini masih terus digunakan oleh masyarakat. Bahkan telah mengalami perkembangan yang begitu pesat serta diproses secara ilmiah dan modern. Dikonsumsi masyarakat di dalam negeri, tetapi sudah ke pasar luar negeri. Ini karena tumbuhan sebagai sumber nabati terbukti mempunyai khasiat yang mujarab, tidak mempunyai efek samping dan bahannya pun mudah didapat. Bahkan dipercaya kalau tumbuh-tumbuhan justru dapat menetralisir efek sampingan dari zat-zat aktif yang membahayakan didalam tubuh. Jadi hanya tumbuh-tumbuhan saja yang dapat bekerja sebagai ''Side Effect Eliminating Substances'' atau yang dikenal dengan SEES. Tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat obat tersebut dinamakan ''Tanaman Obat'', yang menurut Departemen Kesehatan RI, definisi tanaman obat Indonesia sebagaimana tercantum dalam SK Meskes No 149/SK/Menkes/IV/1978 sebagai berikut: 1. Tanaman atau bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan obat tradisional atau Jamu. 2. Tanaman atau bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan pemula bahan baku obat (prokusor). 3. Tanaman atau bagian tanaman yang diekstraksi dan ekstrak tanaman tersebut digunakan sebagai obat. Ramuan obat tradisional umumnya dibuat dari bahan-bahan alamiah tanaman obat. Seperti bagian akar, umbi, rimpang, kayu, kulit pohon, biji-bijian, daun-daunan, buah, getah, bunga ataupun dari ekstraks tanaman obat. Memang begitu banyak tanaman obat di dunia ini, badan kesehatan dunia (WHO) telah melakukan identifikasi tanaman obat di seluruh dunia, terdapat duplikasi tanaman obat sebanyak 20.000 species. Menurut NAPRALET (lembaga yang menangani data-data tanaman obat di seluruh dunia), telah berhasil mendokumentasikan tanaman obat sebanyak 9.200 dari 33.000 species. Dalam perkiraan konservatif, ada sekitar 35.000 sampai 70.000 species di dunia ini yang pernah digunakan sebagai tanaman obat. Sedangkan di Indonesia, menurut catatan Departemen Kesehatan RI (Direktorat Pengawasan Obat Tradisional) yang terdaftar hanya sekitar 350 species tanaman obat, itu yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat ataupun pabrik jamu. Bahan Baku Jamu Tanaman obat merupakan bahan baku jamu, dan kita dapat memanfaatkan langsung tanaman obat di sekitar kita. Atau kalau tidak mau repot, dapat membeli jamu yang siap pakai. Berbagai merk dagang banyak ditawarkan dengan bentuk yang beragam pula. Dari jamu godok, serbuk, pil, kapsul, ataupun bentuk cairan dalam sachet yang siap diminum untuk sekali pakai. Ada juga yang disebut dengan ''jamu instan'', jamu ini paling prkatis penggunaannya. Hanya cukup menyeduhnya dengan air. Sedangkan rasa serta aromanya paling enak karena sudah ditambah serat alami, madu juga ginseng. Keistimewaan, jamu ini dapat diminum hangat atau dingin dan tanpa ampas lagi. Jamu juga dimanfaatkan secara uniseks, yaitu dapat diminum oleh pria ataupun wanita, baik tua ataupun muda, juga pada anak-anak. Semua keaneka-ragaman ini dimaksudkan untuk menerobos peluang pasar yang ada. Apalagi minat masyarakat terhadap jamu semakin tinggi dan industri jamu pun bermunculan, dari yang skala rumah sampai pabrik modern. Kiat Memilih Dalam memilih jamu sebaiknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut; - Belilah jamu yang terdaftar di Depkes RI, ini dapat dilihat di kemasan jamu. - Pilihlah yang tidak mengandung zat pewarna, biasanya tertera di kemasan. - Bacalah aturan pakai dan khasiatnya, sesuai petunjuk yang ada. - Kalau ada, lihatlah tanggal kedaluwarsanya. - Simpanlah jamu di tempat kering dan sejuk. Kegunaan tanaman obat atau jamu, tidak hanya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran semata, juga dapat merawat kecantikan dan mengatasi masalah kewanitaan. Berikut ini, masalah kewanitaan yang dapat diatasi dengan tanaman obat. Menderaskan air susu ibu/asi. Daun pepaya mengandung alkaloid carpain dan daun yang masih muda dapat dimanfaatkan untuk menderaskan asi. Caranya dengan menggunakan pupus daun ditambah dengan seruas jari jahe, 1 butir gula jawa dan air secukupnya. Semua bahan ini direbus sampai airnya tinggal sedikit dan minumlah setiap hari. Daun tapak Liman juga dapat dimanfaatkan untuk melancarkan asi, daun ini mengandung Flavonoid luteolin 7 glukosida. Demikian juga dengan daun pare dan daun katuk. Agar Payudara Montok. Jahe dapat membuat payudara menjadi montok, dengan cara memasukkan 2 ruas jahe segar yang telah dikupas, kedalam susu murni panas. Tambahkan satu sendok gula. Minumlah menjelang tidur malam. Mengharumkan ''daerah kewanitaan''. Daun sirih mengandung minyak atsiri yang memiliki daya membunuh kuman dan jamur. Gunakan daunnya yang sudah mulai menguning sebanyak 8 lembar dan rebuslah dengan dua gelas air. Minumlah selagi hangat. Daun kemangi mempunyai aroma wangi yang khas dan sering dijadikan lalapan, dapat pula untuk mengharumkan daerah kewanitaan/vagina. Dengan cara menumbuk seikat daun kemangi dan diperas airnya. Campur dengan satu sendok madu dan minumlah. Obat gatal di ''daerah kewanitaan''. Buah asam mengandung berbagai jenis asam, seperti asam tartrat, malat, sitrat, suksinat dan asetat. Kandungan buah tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengobati vagina yang gatal. Cukup dengan sepotong asam yang dicampur 5 lembar daun sirih dan 2 gelas air, lalu direbus dan minumlah. Gunakan juga rebusan air sirih setiap selesai buang air kecil dengan cara membasuhkannya pada vagina. Obat keputihan. Daun beluntas mengandung asam amino, kalsium, fosfor, besi dan vitamin. Salah satu khasiatnya adalah untuk mengobati penyakit keputihan. Dan sudah tentu akan mustajab bila diramu dengan bahan nabati lainnya. Ramuannya yaitu dengan menggunakan 20 lembar daun beluntas, 4 potong temulawak kering, 4 ruas jari kunyit, seruas jari kencur. Semuanya direbus dengan 2 gelas air, bila airnya tinggal sedikit maka dapat diminum sebanyak setengah gelas di pagi hari dan sisanya diminum malam hari. Kunyit mengandung minyak atsiri yang dapat membunuh bakteri dan dapat dimanfaatkan juga untuk mengatasi keputihan. Dengan menumbuk 3 ruas jari kunyit, sepotong asam, 5 lembar daun beluntas dan diberi air sedikit lalu diperas, dan diminum. Agar organ kewanitaan peret. Jahe mengandung vitamin A, B dan C, protein, lemak, damar, pati, asam organik, minyak terbang dan lainnya. Untuk ramuan ini, gunakan 15 gram jahe segar, 100 gram gula merah, seruas jari kencur, sepotong kunyit, 1 helai daun pandan, sedikit asam, segenggam beras dan 3 gelas air. Caranya, dengan merendam beras selama tiga jam, sedangkan bahan lainnya direbus. Lalu rebusan jahe, kencur, kunyit dan rendaman beras, ditumbuk menjadi satu sampai halus. Kemudian masukan tumbukan itu ke dalam air rebusan tadi, saring dan minumlah. Atau menggunakan daun pepaya yang masih pupus dapat dimakan sebagai lalapan setiap hari. Sedangkan untuk obat luar, gunakan kulit buah pinang yang masih muda direndam dalam air dan digunakan untuk membasuh organ kewanitaan. Obat khusus wanita yang dingin. Buah adas yang masak mengandung minyak atsiri, minyak lemak dan lainnya, sedangkan kulit pulosari mengandung asam organik, minyak atsiri dan kurkumin. Kedua bahan nabati tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengatasi wanita yang dingin alias frigid. Takarannya yaitu 1 sendok adas, 1 sendok teh pulosari, 1 sendok teh merica, 1 sendok teh kukilo, seruas jahe, 1 kuning telur dan 1 sendok maduk. Caranya: kocoklah kuning telur yang dicampur dengan madu, sedangkan bahan lainnya ditumbuk halus. Lalu keduanya dicampur. Minumlah setiap pagi atau menjelang tidur. Atau gunakan bunga delima putih mengandung boorzuur dan dapat pula dipakai untuk ramuan, yaitu dengan mencampur bunga delima sebanyak 5 gram, seruas kunyit dan setengah sendok teh jinten. Tumbuklah semuanya, beri sedikit air dan garam. Lalu diperas dan diminum.(Ir.Dwi Anggraini-35) |