logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Berita Utama  
Line

Komisi B Akan Panggil Kepala BIKK

  • Kasus Mafia Gula Impor

SEMARANG - Kepala Badan Informasi Komunikasi dan Kehumasan (BIKK) Setda Pemprov Jateng Drs Anwar Cholil akan diundang dalam rapat kerja Komisi B DPRD Jateng, berkaitan dengan sanggahan pemberitaan dugaan pejabat Pemprov terlibat dalam mafia gula impor.

''Jangan asal ngomong tidak ada pejabat yang terlibat mafia gula. Dari mana dia (Anwar Cholil-Red) mendapatkan data tersebut. Liku-liku mafia gula sangat rumit. Lebih baik Pak Anwar dipanggil dalam rapat komisi, sehingga kita tahu bagaimana tata kerja BIKK dalam penyampaian informasi, khususnya informasi ekonomi,'' kata Sekretaris FPG Drs H Sutoyo Abadi, kemarin.

Dia menduga sanggahan pemberitaan tidak ada pejabat yang terlibat dalam mafia gula merupakan pesanan orang-orang tertentu. Sebab, bisa saja pejabat yang memang terlibat mafia gula itu merasa ketakutan.

''Yang ada dalam benaknya adalah bagaimana cara kerja menyampaikan informasi yang tidak boleh menyinggung atasan atau kolega. Sehingga semua bisa aman-aman saja,'' katanya.

Dia menambahkan, BIKK tidak akan memiliki kemampuan untuk membongkar mafia gula. Sebab, cara kerja mafia gula impor lebih baik daripada cara kerja BIKK yang serampangan tersebut.

''Modus otak mafia memang cukup lihai, mereka melakukan pendekatan kepada dinas dan pejabat terkait. Kalau perlu diberi upeti, sehingga gula impor tetap aman di Jateng,'' tandasnya.

Dia menilai, kebijakan Gubernur tentang perlindungan petani gula dan upaya maksimal mengendalikan gula impor, kemungkinan besar telah terkontaminasi mafia gula. Buktinya, meskipun sudah jelas ada larangan, dan pembatasan gula impor tetap saja tak terkendali. ''Bahkan di Jateng tidak ada satu pun lembaga penelitian termasuk Balai POM yang sanggup meneliti raw sugar,'' katanya.

Anggota Komisi A DPRD Jateng Drs Noor Ahmad berpendapat, kalau memang ada pejabat Pemprov Jateng yang terlibat dalam mafia gula impor hendaknya kejaksaan segera turun tangan. Sedangkan untuk penyelidikan masyarakat biasa, bisa melibatkan unsur kepolisian. ''Jadi, lebih jelas ada atau tidak pejabat yang terlibat mafia gula,'' katanya.

Siap Datang

Kepala BIKK Drs Anwar Cholil ketika dikonfirmasi soal rencana tersebut menyatakan siap datang. ''Kalau memang diundang, saya siap datang,'' katanya lewat handphone, kemarin.

Secara terpisah Wakil Ketua DPRD Jateng HA Thoyfoer MC menyatakan, pemerintah pusat hendaknya benar-benar menata gula/beras impor.

Menurutnya, sepanjang impor gula/beras hanya untuk memenuhi kekurangan stok dalam negeri sebenarnya tidak ada yang perlu dirisaukan. ''Semangat petani kita sekarang sudah saatnya dibangkitkan. Selama ini petani kita harap-harap cemas, karena ketika panen harganya sudah jatuh,'' ujarnya.

Di sisi lain, para petani hendaknya sudah mulai sadar atas era kompetisi dengan petani luar negeri. ''Untuk menghadapi masalah ini, petani kita perlu menggunakan teknologi canggih. Sehingga dengan biaya murah hasil pertanian bisa melimpah. Kita perlu membangun sistem pertanian yang sama dengan di negara-negara pengekspor gula dan beras. Misalnya, Thailand kenapa bisa menjual berasnya ke mancanegara dengan harga rendah. Teknologi pertanian apa yang diterapkan di sana. Kalau memang bagus dan bisa diterapkan di Indonesia, kenapa kita tidak mencontohnya,'' katanya. (D14,D10-16t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA